SEMBUNYIKAN IKLAN INI
BeritaPemerintahan

30 Persen Jalan di Rembang Rusak Berat, Perbaikan Terkendala Cuaca

99
×

30 Persen Jalan di Rembang Rusak Berat, Perbaikan Terkendala Cuaca

Sebarkan artikel ini
Ruas jalan desa Sridadi Kecamatan Rembang yang mengalami kerusakan dimusim penghujan.
Ruas jalan desa Sridadi Kecamatan Rembang yang mengalami kerusakan dimusim penghujan.

Rembang – Curah hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan banyak ruas jalan Kabupaten yang mengalami kerusakan. Atas kondisi itu tentunya pengguna jalan khususnya pengendara roda dua harus ekstra hati-hati ketika melewati  jalan yang rusak terutama pada malam hari.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Nugroho Tri Hutomo, kepada CBFM, Senin (8/2) tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Rembang menjadi salah satu faktor utama penyebab jalan menjadi rusak. Apalagi banyaknya ruas jalan yang tergenang air dan tidak bisa segera melintas ke drainase, kemudian dilalui beban yang cukup berat pasti jalan akan cepat rusak.

Yang mengalami rusak berat sekitar 30%.

Ia mengungkapkan, kondisi jalan terbagi menjadi empat bagian yaitu baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat. Sedangkan saat ini 30%  dari 620 km di jalan kabupaten Rembang telah mengalami kerusakan berat.

Baca juga:  Managemen Terbentuk, Stadion Disiapkan Untuk Seleksi Pemain

“Jadi kondisi jalan itu ada baik, sedang, rusak ringan dan rusak berat, kita punya data jalan kabupaten itu sekitar 620 km. itu yang mengalami rusak berat sekitar 30%,” kata dia.

Upaya perbaikan telah dilakukan DPUTARU di pagi atau siang hari ketika hari cukup cerah, namun pada malam hari hujan turun lagi. Maka, jalanan kembali rusak dan akhirnya, perbaikan tersebut tidak optimal.

Oleh karena itu perbaikan yang memungkinkan untuk dilakukan saat ini juga adalah perbaikan sementara, bukan perbaikan permanen. Sasaran perbaikannya pun mengarah ke jalan yang menjadi skala prioritas.

Baca juga:  Kumpulan Tulang Ditemukan di Dinding Gua Desa Bitingan Sale, Diduga Dari Suku Pra Sejarah

“kita juga sudah berusaha untuk berupaya melakukan perbaikan, jadi mulai akhir tahun sampai saat ini kita bergerak melakukan perbaikan. Akan tetapi, perbaikan disaat musim penghujan itu ternyata tidak optimal. jadi kita perbaiki tidak sampai hitungan bulan itu rusak lagi. Jadi yang kami lakukan saat ini ya perbaikan sementara, tidak permanen,” jelasnya.

Ia menambahkan perbaikan jalan yang berlubang sementara ditambal untuk sekedar memberi keamanan bagi pengguna kandaraan. Karena jika dipaksakan untuk dilakukan pengaspalan di musim penghujan seperti ini makan akhirnya hanya membuang anggaran sia-sia.

Baca juga:  Klarifikasi Tuduhan Pekerja Seni Rembang Ditolak Masuk Kantor Bupati

“Jadinya perbaikan jalan ini kesannya hanya membuang-buang uang saja.Soalnya ya ga optimal,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *