Gurihnya Usaha Sampingan Beternak Ikan Guppy

Peternak Guppy, Sofian Dwi Prayoga memberikan pakan ke ikan guppy miliknya. (Linimedia/hr)

Pati – Pandemi Covid-19 yang belum sirna dari muka nusantara, sangat terasa dampaknya pada sektor ekonomi. Tatkala, sejumlah usaha terkina imbasnya, bisnis budidaya ikan hias seperti guppy malah semakin melejit.

Seiring masih belum dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh, termasuk perusahaan yang masih menerapkan pembatasan kerumunan di lingkungan pabrik. Menjadikan hobi ikan hias air tawar banyak digandrungi yang berbanding lurus dengan tingginya permintaan, tak terkecuali ikan jenis guppy.

Disamping itu prosesnya cukup cepat, untuk indukan usia empat bulan, sebulan bisa melahirkan tiga kali.

Peternak Guppy, Sofian Dwi Prayoga mengatakan, di masa pandemi penjualan guppy mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 300%, dibandingkan sebelum pagebluk.

“Pandemi penjualan meningkat pesat, mungkin efek banyak yang nganggur dan sekolah masih daring. Paling banyak belinya perpasang, mungkin juga untuk dibudidayakan lagi,” ujarnya saat ditemui di Pondok Guppy Farm Juwana, Senin (3/1).

Sofian Dwi Prayoga memberikan pakan ke anakan ikan guppy miliknya. (Linimedia/hr)

Terlebih, jenis ikan hias seperti guppy tidak membutuhkan lahan yang cukup luas. Cukup dengan steriofoam ataupun kulkas bekas, proses pemijahan sudah dapat dilakukan. Sehingga bisa menjadi usaha sampingan yang menjanjikan.

“Disamping itu prosesnya cukup cepat, untuk indukan usia empat bulan, sebulan bisa melahirkan tiga kali. Sekali breeding bisa 100 ekor burayak,” lanjut warga Desa Growong Lor RT 05/RW 01, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Meski pemasaran hanya dilakukan melalui media sosial (Medsos) Facebook, tetapi keuntungan yang didulang cukup menggiurkan. Sehingga pembeli tidak hanya didominasi peminat lokal, tetapi juga luar daerah seperti Blora, Rembang, Kudus, Jepara, dan Semarang.

“Rencana mau buka di E-commerce juga, tetapi belum sempat. Karena peternakan ini sebetulnya bisnis sampingan saja. Saya biasanya kerja di toko di Pasar Juwana. Selain kuliah di Universitas Terbuka Pati, sekarang sudah semester empat,” bebernya.

Pemuda berumur 22 tahun ini menyebutkan, untuk harga ikan guppy paling murah dijualnya diharga Rp5.000, sementara untuk ikan dengan kualitas bagus dijualnya hingga ratusan ribu rupiah.

“Koleksi guppy di sini ada 15-an jenisnya. Mulai dari albino full red, mini panda, yellow lace, dragon, albino koi red ear, tuxedo koi, dan masih banyak lagi,” terang mahasiswa jurusan manajemen itu. (hr)

Baca juga:  Pemkab Rembang Buka 926 Formasi Perekrutan ASN

Next Post

Acara Keagamaan Jadi Peluang Tingkatkan Pemasaran Produk UMKM

Sen Jan 3 , 2022
Share on Facebook Tweet it Pin it Email Rembang – Strategi anyar didapat Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) […]

Kategori

Arsip