Pemenang Tender Didapat, Lasem Kota Pusaka Digarap Dari Alun-alun Lasem

Bekas alun-alun dan pertokoan Lasem sudah rata dengan tanah sejak bulan juni lalu. (Linimedia/rtw)

Rembang – Pembangunan Lasem Kota Pusaka tahap pertama akan segera dilaksanakan. Alun-alun Lasem yang sebelumnya sudah diratakan akan menjadi target pertama pembangunan.

Pak Bupati minta jangan semua di bongkar dulu. Untuk bangunan yang di belakang masjid agar biar tetap digunakan.

Ketua pembangunan Lasem Kota Pusaka Fakhruddin menyampaikan, pemenang tender pembangunan Lasem Kota Pusaka tahap pertama sudah didapat. Setelah melalui beberapa proses yang dijalani dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dilansir dari website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lpse.pu.go.id, proyek dengan nama Penataan Kota Pusaka Kabupaten Rembang memiliki pagu anggaran sekitar Rp 110 miliar. Pemenang tendernya yaitu PT. Putera Jaya Andalan yang beralamatkan di Jl. Imogiri Timur KM.10, Wonokromo I, RT.004, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta.

Menurut Fahrudin, pembangunan pertama akan dilaksanakan dalam rangka renovasi alun-alun dan pertokoan depan Masjid Lasem. Saat ini, bekas alun-alun dan pertokoan sudah rata dengan tanah sejak bulan juni lalu. Para pedagang juga sudah disediakan tempat relokasi di kawasan terminal Lasem.

“Informasi kemarin rencana yang dikerjakan lebih awal adalah alun-alun dan sekitarnya, berarti pasar itu. Masjid nanti berikutnya, untuk renovasi masjid yang dibuat seperti aslinnya itu pembangunan berikutnya,” kata dia, Rabu 25 Agustus 2021.

Dirinya membeberkan, Masjid Lasem dan pembenahan kawasan Karangturi akan menjadi target pembangunan setelah alun-alun dan pertokoan Lasem. Terkait pembangunan Masjid Lasem, pembongkaran belum dilaksanakan mengikuti instruksi bupati.

“Terkait dengan pelaksanaan, kemarin Pak Bupati menyampaikan kepada saya selaku ketua tim, Pak Bupati minta jangan semua di bongkar dulu. Untuk bangunan yang di belakang masjid agar biar tetap digunakan. Yang penting di fokuskan ke depan masjid yang sudah dibongkar” ujarnya.

Terkait penggunaan tenaga kerja warga lokal, kata dia, itu merupakan wewenang dari pemenang tender. Namun dirinya yakin, besar kemungkinan pekerja lokal nantinya juga akan dilibatkan dalam pembangunan kota pusaka Lasem.

“Itu merupakan wewenang pemenang tender. Saya yakin untuk pekerja tidak mungkin dibawa dari daerah tertentu semuanya, kemungkinan juga menampung pekerja lokal Lasem,” imbuhnya. (Linimedia/rtw)

Baca juga:  Cerita Dibalik Pembuatan Peti Jenazah Khusus Covid-19 di Rembang

Next Post

Managemen Terbentuk, Stadion Disiapkan Untuk Seleksi Pemain

Sel Agu 31 , 2021
Share on Facebook Tweet it Pin it Email Rembang – Persatuan Sepak Bola Indonesia Rembang (PSIR) dipastikan akan mengarungi Liga […]

Kategori

Arsip