SEMBUNYIKAN IKLAN INI
BeritaPeristiwaTop

Penyebab Pemukiman Warga Kecamatan Kota Rembang Terendam Banjir

×

Penyebab Pemukiman Warga Kecamatan Kota Rembang Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
Kepala seksi kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pramujo ungkap penyebab terjadi banjir di Kecamatan Kota Rembang.
Kepala seksi kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pramujo ungkap penyebab terjadi banjir di Kecamatan Kota Rembang.
Kepala seksi kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pramujo ungkap penyebab terjadi banjir di Kecamatan Kota Rembang.

Rembang – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Rembang sejak Minggu (29/11/2020) siang hingga petang mengakibatkan banjir di sejumlah disejumlah tempat. Terpantau kemarin, ketinggian air bahkan ada yang mencapai satu meter lebih.

Kepala seksi kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pramujo saat dikonfirmasi Senin (30/11/2020) menyampaikan banjir sedikitnya telah merandam enam desa lebih di Kecamatan Rembang. Desa tersebut diantaranya Dusun Bagel Desa Mondoteko, Perumahan Palm View Desa Kabongan Kidul, Perumahan Rumbut Malang, Desa Ngotet, Desa Gedangan dan Desa Tireman.

Baca juga:  Industri Musik Rembang Mulai Menggeliat, Single “Ora Lilo” Rilis di Penghujung September

“Yang paling banyak banjir terjadi di wilayah kecamatan Kota Rembang. Di kecamatan kota Rembang ada Desa Mondoteko, Perumahan Palm View Desa Kabongan Kidul, Perumahan Rumbut Malang, Desa Ngotet, Desa Gedangan dan Desa Tireman” katanya

Dirinya menyebutkan banjir terparah terjadi di dua desa yakni Dusun Bagel Desa Mondoteko dan Desa Tireman. Perahu karet pun diterjunkan untuk proses evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Tujuannya agar tidak menimbulkan korban jiwa, mengingat derasnya arus air dan tingginya volume banjir.

Baca juga:  Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini

“yang terparah itu ada di dua desa yakni Dusun Bagel Desa Mondoteko dan Desa Tireman. Arusnya cukup besar dan ketinggian air mencapai 200 kaki,” jelasnya

Pramujo mengungkapkan, ada tiga penyebab terjadinya banjir di wilayah Kecamatan kota Rembang. Yang pertama dikarena curah hujan yang turun dalam waktu yang cukup panjang. Kemudian sedimentasi yang terjadi pada saluran air ditambah penyumbatan sampah ada di saluran air.

“Penyebabnya curah hujan yang tinggi, kedua saluran-saluran air itu yang bermasalah terjadi sedimentasi ditambah penyumbatan sampah. Sehingga air meluap dan merendam pemukiman warga,” jelasnya.

Saat ini para warga yang dievakuasi telah kembali ke rumah masing-masing. Dirinya berujar banjir yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Rembang tidak ada yang bertahan hingga seharian.

Baca juga:  Tawarkan Paket Buka Puasa Bersama Dengan Cita Rasa Menu Pesisir Pantai Utara

“Sekarang banjirnya sudah surut, itu hanya berlangsung selama beberapa jam saja,” imbuhnya.

External comments notice: You may need to sign in to the external service to view or post comments.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *