SEMBUNYIKAN IKLAN INI
BeritaPendidikan

Dugaan Keracunan Siswa SD di Rembang, Distribusi MBG Dihentikan Sementara

×

Dugaan Keracunan Siswa SD di Rembang, Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini

Dugaan menu terkontaminasi diselidiki, kondisi siswa berangsur membaik

22 siswa SDN Balongmulyo, Kecamatan Kragan, dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas 2 Plawagan Kragan. (linimedia/*)

Rembang, linimedia.com – Kasus dugaan keracunan yang menimpa siswa SDN Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, memicu evaluasi serius terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah setempat bersama pihak terkait kini tengah melakukan penanganan sekaligus penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Camat Kragan, Nasaton Rofiq, menyebut pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Karangharjo bersama yayasan pengelola telah diminta melakukan pembenahan menyeluruh.

Evaluasi difokuskan pada pengawasan proses penyediaan makanan, mulai dari bahan baku hingga distribusi ke siswa.

“SPPG siap berbenah. Ini jadi pembelajaran bersama. Pengawasan akan diperketat, terutama dari penerimaan bahan, proses sortir, sampai penyaluran. Kalau ada kelalaian, tentu akan ada sanksi,” ujarnya, Rabu (22/4).

Baca juga:  VETERAN FC JUARA 4 NGABUBURIT FUN FOOTBALL 2025 TAYU KULON, USAI DIKALAHKAN GURU TAYU FC

Dugaan awal mengarah pada salah satu menu makanan yang berpotensi terkontaminasi, diduga akibat kemasan yang kurang layak.

Hal ini membuat seluruh rantai distribusi MBG kini menjadi perhatian dalam proses evaluasi.

Sementara itu, kondisi para siswa yang sempat dirawat dilaporkan berangsur membaik.

Berdasarkan koordinasi dengan Puskesmas Kragan II, sebagian besar korban menunjukkan perkembangan positif meski hasil uji laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti.

“Anak-anak kondisinya terus membaik. Kita masih menunggu hasil laboratorium,” kata Rofiq.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa biaya pengobatan para siswa harus ditanggung sepenuhnya agar tidak membebani orang tua.

“Yang jelas harus gratis. Teknisnya nanti bisa dibicarakan lebih lanjut,” tegasnya.

Baca juga:  Persiapan Mepet Hingga Minimnya Stok Pemain Berbakat Benamkan Mimpi PSIR Rembang di Liga 4 Jawa Tengah

Atas kejadian di SDN Balongmulyo, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melakukan 6 langkah, diantaranya:

  1. Menurunkan tim terdiri dari tim surveillance, kesehatan lingkungan, gizi dan pelayanan kesehatan pada tanggal 21 April kemarin.
  2. Tim melakukan langkah-langkah cepat untuk mengkoordinasikan langkah-langkah tanggap daurat penanganan korban melalui Puskesmas setempat.
  3. Mengkoordinasikan dengan SPPG untuk memetakan meluasnya kasus dengan penghentian distribusi dan konsumsi ke sasaran penerima MBG lain pada hari tersebut.
  4. Menginvestigasi kemungkinan penyebab keracunan.
  5. Mengambil sampel bahan makanan, makanan dan spesimen lain (muntahan dll), untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, guna identifikasi penyebab keracunan.
  6. Berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Korwil Rembang, untuk melakukan penghentian sementara operasional SPPG.
Baca juga:  Perlawanan Sengit PSW Weton Akhirnya Terhenti Karena Gol "Niat Umpan" Gober AS Klinse

Per hari Rabu (22 April 2026), SPPG Karangharjo sudah menghentikan pendistribusian MBG, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal itu menyusul adanya surat tertulis dari BGN Nomor 1845/D.TWS/04/2026, berisi tentang pemberhentian operasional sementara.

Dalam surat itu menyebutkan alasan pemberhentian operasional sementara dikarenakan adanya dugaan kejadian menonjol gangguan pencernaan pada penerima manfaat.

Selain itu, ditemukan pula SPPG Karangharjo belum memiliki infrastruktur sarana prasarana dan layout, sesuai petunjuk teknis BGN, sehingga belum memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan. (*)

    External comments notice: You may need to sign in to the external service to view or post comments.