Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Rembang yang berhasil meraih status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Menurutnya, keberhasilan mendaftarkan sekitar 99 persen penduduk sebagai peserta BPJS Kesehatan merupakan capaian yang patut diapresiasi.
Edy menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang yang tetap mengalokasikan anggaran untuk membayar iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin, meskipun transfer ke daerah (TKD) mengalami penurunan. Kebijakan itu dinilai menjadi bentuk keberpihakan pemerintah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Meskipun TKD turun, pemerintah daerah masih menyisakan anggaran untuk PBI daerah bagi masyarakat miskin. Itu yang perlu kita apresiasi,” kata Edy saat sosialisasi Program JaminanKesehatan Nasional (JKN) di gedung serba guna Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, Minggu (12/7/2026).
Selain mengapresiasi capaian UHC, Edy juga mengingatkan masyarakat agar secara berkala memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif. Menurutnya, kepedulian masyarakat sangat penting agar warga yang berhak menerima bantuan, terutama peserta PBI yang kepesertaannya nonaktif, dapat segera diaktifkan kembali.
Ia menegaskan, jangan sampai masyarakat miskin yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus menanggung biaya sendiri karena status kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif. Karena itu, masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan kasus serupa agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi IX DPR RI, khususnya Edy Wuryanto, dalam menyosialisasikan Program JKN. Menurutnya, kolaborasi tersebut membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan pentingnya menjadi peserta aktif JKN.
Nuzuludin menambahkan, BPJS Kesehatan juga terus mendorong upaya promotif dan preventif melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). “Masyarakat kami himbau membiasakan berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup agar penyakit degeneratif seperti gagal ginjal dan penyakit jantung dapat dicegah, sehingga pembiayaan JKN dapat lebih efektif, ” pungkasnya. (MCS)









