SEMBUNYIKAN IKLAN INI
BeritaMasyarakatReligi

Regenerasi Dijawab Aksi, LDII Rembang Didominasi Pengurus Muda

×

Regenerasi Dijawab Aksi, LDII Rembang Didominasi Pengurus Muda

Sebarkan artikel ini

Mayoritas pengurus muda diharapkan membawa LDII Rembang lebih adaptif menghadapi tantangan zaman.

Kepengurusan DPD LDII Kabupaten Rembang masa bhakti 2025–2030 yang resmi dikukuhkan di Pendopo Museum Kartini Rembang, Sabtu (27/12). (linimedia/rtw)

Rembang, linimedia.com – Di tengah tantangan regenerasi yang dihadapi banyak organisasi kemasyarakatan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Rembang memilih menjawabnya dengan memberi ruang lebih luas kepada generasi muda.

Komitmen tersebut tercermin dalam kepengurusan DPD LDII Kabupaten Rembang masa bhakti 2025–2030 yang resmi dikukuhkan di Pendopo Museum Kartini Rembang, Sabtu (27/12).

Moehammad Arief Kamaludin kembali terpilih menjadi Ketua LDII Kabupaten Rembang, untuk periode kedua. Posisi Sekretaris Nyoto Teguh Santoso, sedangkan Bendahara ditempati Umar Ma’ruf.

Moehammad Arief Kamaludin menyampaikan bahwa kepengurusan LDII Rembang periode ini didominasi kalangan muda. Sebanyak 64 persen pengurus tercatat berusia di bawah 35 tahun.

Menurutnya, regenerasi dalam organisasi tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dirancang dan dipersiapkan secara sadar.

“Dalam laporan WHO, usia 15 sampai 35 tahun masih dikategorikan remaja. Alhamdulillah, 64 persen pengurus LDII Kabupaten Rembang di bawah usia 35 tahun.

Bahkan, banyak di antaranya berpendidikan tinggi, tidak hanya S1, tetapi juga S2 hingga doktor, termasuk dokter spesialis,” jelasnya.

Baca juga:  Tiga Hari Njajan Fest 3X di Rembang Raup Omzet Rp2,56 Miliar

Ia menambahkan, keberadaan generasi muda berpendidikan tersebut diharapkan mampu membawa organisasi lebih adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Menanggapi anggapan sebagian pihak yang menilai LDII berbeda dengan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya, Arief menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya pemahaman.

Ia menegaskan, LDII di Rembang justru menjalin hubungan baik dengan berbagai elemen umat Islam.

“Di Kabupaten Rembang, kami dekat dengan Ketua MUI, ormas Islam lain, dan para kiai. Kadang yang beredar di media sosial belum tentu benar kalau tidak dibuktikan sendiri. Yang terpenting kita bersatu, Islam menjadi satu, dan NKRI tetap harga mati,” pungkasnya.

Pengukuhan kepengurusan DPD LDII Kabupaten Rembang masa bhakti 2025–2030. (linimedia/rtw)

Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Jawa Tengah, Eko Sutanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa LDII memiliki delapan kluster bidang pengabdian kepada bangsa.

Kluster pertama adalah bidang kebangsaan, yang menitikberatkan pada upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Kluster kedua adalah dakwah, dengan pendekatan yang menyejukkan dan membawa nilai rahmatan lil ‘alamin bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga:  Alun-Alun Rembang dan Taman Kartini Batal Ditata di 2025

Kluster ketiga berkaitan dengan pendidikan, yang menekankan penguasaan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang, disertai pembentukan karakter luhur.

Selanjutnya, kluster keempat adalah ekonomi syariah, dan kluster kelima bergerak di bidang kesehatan herbal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara alami dan berkelanjutan.

Kluster keenam difokuskan pada ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Salah satu contohnya adalah program pembibitan sorgum bersertifikat seluas 20 hektare yang dilaksanakan di Kabupaten Blora.

Sementara itu, kluster ketujuh mencakup pengembangan teknologi digital agar pemanfaatannya lebih banyak membawa manfaat daripada mudarat. Adapun kluster kedelapan adalah energi baru dan terbarukan.

Eko menjelaskan bahwa LDII telah memanfaatkan tenaga surya di pondok pesantren LDII serta mengembangkan pembangkit tenaga air sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah di bidang energi berkelanjutan.

“Kami telah memanfaatkan tenaga surya di pondok pesantren LDII dan juga mengembangkan tenaga air, sebagai bentuk kontribusi kami dalam turut membantu program pemerintah,” terangnya Eko

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Rembang, Maruli Dwi Ronisa, yang mewakili Bupati Rembang, menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca juga:  Sungai di Rembang Jadi Sasaran Buang Bangkai Ayam Pasca Banjir

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

“Ini ada pesan dari Pak Bupati, ada empat pesan. Pertama, LDII dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera. Kedua, mengembangkan dakwah yang menyejukkan, moderat, dan berorientasi pada persatuan umat,” ujar Maruli.

Ia melanjutkan, pesan ketiga adalah agar LDII berperan aktif dalam pembinaan generasi muda sehingga memiliki akhlak mulia, karakter kebangsaan, dan semangat cinta tanah air.

Sementara pesan keempat, LDII diharapkan terus mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang sosial keagamaan, pendidikan karakter, serta penguatan ketahanan keluarga. (*)

External comments notice: You may need to sign in to the external service to view or post comments.