Sekolah Al- Hidayat Sumbangkan Tiga Tim masuk Semi Final
REMBANG, LINIMEDIA.COM – Sekolah Islam Al-Hidayat Lasem tampil dominan dalam turnamen gobak sodor tingkat SMP dan SMA yang digelar dalam rangkaian Njajan Fest 3X di Kabupaten Rembang.
Dua tim Al-Hidayat berhasil keluar sebagai juara pada dua kategori yang dipertandingkan. Tim MA Al-Hidayat C menjadi juara tingkat SMA, sedangkan SMP Al-Hidayat A meraih juara tingkat SMP.
Pada pertandingan final yang berlangsung Minggu (4/10/2026), MA Al-Hidayat C harus berhadapan dengan sesama tim Al-Hidayat, yakni Al-Hidayat B. Pertandingan berlangsung ketat sebelum akhirnya dimenangi MA Al-Hidayat C dengan skor 12-10.
Sementara di kategori SMP, SMP Al-Hidayat A tampil sebagai kampiun setelah mengalahkan SMPN 2 Kaliori. Pertandingan final tersebut berakhir dengan skor 28-18 untuk kemenangan SMP Al-Hidayat A.
Dominasi Al-Hidayat semakin terlihat dari daftar peraih juara. Di kategori SMA, juara tiga bersama ditempati MAN 2 Rembang dan Al-Hidayat A.
Sedangkan untuk kategori SMP, juara tiga bersama diraih Al-Hidayat B dan SMPN 2 Pamotan.
Perwakilan tim gobak sodor SMP Al-Hidayat, Rizky, mengaku senang bisa ambil bagian dalam turnamen tersebut. Ia menyebut hasil yang diraih timnya tidak lepas dari latihan yang dilakukan secara rutin.
“Alhamdulillah senang, kita memang sering latihan, siang dan malam. Nanti hadiahnya dibagi-bagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Njajan Fest 3X Mohammad Gufron mengatakan, turnamen gobak sodor sengaja dihadirkan sebagai bagian dari upaya mengangkat kembali permainan tradisional.
Menurutnya, gobak sodor bukan sekadar permainan, tetapi juga memiliki kenangan tersendiri bagi generasi yang pernah memainkannya saat masih kecil.
“Kalau gobak sodor kan dulu sering ya dimainkan saat masa kecil. Nah kita mau kembali memunculkan memori tersebut, sesuai dengan tema kita lorong waktu,” tandasnya.
Turnamen gobak sodor tingkat SMP dan SMA ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Njajan Fest 3X. Selain menjadi ajang kompetisi antarpelajar, permainan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. (MCS)









