Rembang, linimedia.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang bersama Komisi IX DPR RI kembali menyuarakan pentingnya konsumsi pangan aman dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digelar di Pendopo Museum Kartini, Sabtu (12/7)
Acara yang menyasar masyarakat lintas profesi, mulai dari pelaku UMKM hingga kader kesehatan, menjadi ruang belajar tentang pentingnya mengenali dan menghindari makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B.
Bupati Rembang, Harno, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi semacam ini sangat strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Rembang.
“Ini penting bagi kesehatan masyarakat. Sekarang masih banyak makanan yang mengandung zat berbahaya. Jadi tolong manfaatkan acara ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengungkapkan bahwa pengawasan pangan di Rembang sudah mulai menunjukkan hasil. Salah satunya adalah berkurangnya penggunaan pewarna rhodamin B pada produk terasi lokal.
“Dulu terasi kita banyak mengandung rhodamin B. Tapi sekarang menurut BBPOM sudah banyak yang bersih. Ini penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan stunting,” jelasnya.
Kepala BBPOM Semarang, Lintang Purba Jaya, menambahkan bahwa edukasi masyarakat adalah kunci pengawasan pangan yang efektif. Menurutnya, masyarakat harus mulai memahami ciri-ciri pangan yang tidak aman secara mandiri.
“Kalau formalin, misalnya, bisa dilihat dari tidak adanya lalat, warnanya terlalu putih, atau tidak rusak walau dibiarkan dua hari di suhu ruang,” bebernya.
Lintang menekankan bahwa konsumen harus aktif dan cerdas dalam memilih makanan, terutama yang dijual di pasar tradisional maupun modern. Selain itu, pelaku usaha juga diajak untuk memproduksi pangan yang aman demi generasi masa depan yang sehat.
Kegiatan KIE ini diharapkan mampu membentuk perilaku konsumen yang lebih sadar dan waspada terhadap pangan berbahaya, sekaligus mendorong kolaborasi semua pihak dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Rembang. (*)