<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Arsip &#8211; linimedia</title>
	<atom:link href="https://linimedia.com/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://linimedia.com/category/sejarah/</link>
	<description>Unik, Menarik, dan Menggelitik</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Oct 2025 01:39:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/cropped-LINIMEDIA-LOGO-KECIL2-3.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sejarah Arsip &#8211; linimedia</title>
	<link>https://linimedia.com/category/sejarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186072296</site>	<item>
		<title>Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem</title>
		<link>https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rendy Wibowo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 01:36:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2025]]></category>
		<category><![CDATA[Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[lasem]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=5042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com &#8211; Nuansa religius berpadu dengan kekayaan...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/">Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang, linimedia.com</strong> &#8211; Nuansa religius berpadu dengan kekayaan budaya di Lasem, Rembang, saat Kantor Berita ANTARA menggelar Pameran Foto Jurnalistik SANTRI Volume 2 (V.2) pada 18–25 Oktober 2025. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini diadakan untuk menyambut Hari Santri Nasional dan menampilkan ratusan karya foto yang menyoroti kehidupan, perjuangan, serta kontribusi santri bagi bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini berlangsung di dua lokasi, yakni Pendopo Masjid Jami’ Lasem dan Rumah Nyonya (Kompleks Rumah Merah Lasem). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara ANTARA, Yayasan Lasem Heritage, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, beberapa pondok pesantren di Lasem, serta komunitas lokal.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="5043" data-permalink="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/whatsapp-image-2025-10-19-at-08-25-01/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?fit=1600%2C900&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,900" data-comments-opened="0" data-image-title="Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Pameran foto jurnalistik menjadi bukti kuat hubungan harmonis pesantren dan budaya lokal.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-5043" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pameran foto jurnalistik menjadi bukti kuat hubungan harmonis pesantren dan budaya lokal. (linimedia/rtw)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 123 foto karya 49 fotografer dipamerkan, menggambarkan sisi keseharian santri dari kesederhanaan hidup hingga semangat mereka dalam bidang pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurator pameran, Ismar Patrizki, menjelaskan bahwa tema “Santri” dipilih untuk mengingat kembali peran besar pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Foto-foto ini meneladani semangat santri sebagai penjaga nilai-nilai moral dan pilar pendidikan bangsa,” ujarnya dalam pembukaan acara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Redaktur Pelaksana Perum LKBN ANTARA, Suryanto, mengatakan Lasem dipilih sebagai lokasi pameran karena dikenal sebagai “Kota Santri” dengan tradisi toleransi yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Keberadaan pondok pesantren di Lasem yang hidup harmonis berdampingan dengan komunitas Tionghoa menjadikan kota ini istimewa. Lasem memberi inspirasi tentang keharmonisan sejak ratusan tahun silam,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">ANTARA, lanjut dia, sebagai bagian dari penugasan pemerintah melalui Komdigi, selalu mengangkat cerita-cerita dan kisah-kisah inspiratif maupun keberagaman kehidupan di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lasem memberi inspirasi sebagai daerah yang mengangkat keharmonisan sejak ratusan tahun silam,” kata Suryanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Hidayat Lasem sekaligus Rektor STAI Al Hidayat, KH Sholahudin Fatawi (Gus Din), menyebut pameran ini menjadi bukti autentik peran santri dalam membangun bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pameran ini menyuarakan kontribusi santri yang luar biasa, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun kebudayaan. Dari pesantren tumbuh harapan besar bagi kemakmuran dan persatuan bangsa,” ujarnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="5044" data-permalink="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/whatsapp-image-2025-10-19-at-08-22-09/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?fit=1600%2C900&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,900" data-comments-opened="0" data-image-title="Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Pengunjung menikmati pameran foto Pameran Foto Jurnalistik SANTRI Volume 2 (V.2) di Pendopo Masjid Jami’ Lasem. (linimedia/rtw)&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-5044" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pengunjung menikmati pameran foto Pameran Foto Jurnalistik SANTRI Volume 2 (V.2) di Pendopo Masjid Jami’ Lasem. (linimedia/rtw)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Gus Din menegaskan foto-foto yang dipamerkan ini menjadi bukti nyata tentang kesederhanaan pesantren dan para santrinya, bagaimana mereka hidup dengan sederhana mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari pesantren lah tumbuh harapan-harapan besar untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama yang dibingkai dalam kebersamaan walaupun terdapat perbedaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Rembang Achmad Sholchan mengatakan, foto-foto dalam pameran ini merupakan bagian dari sebuah arsip.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Arsip merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah bangsa, yang menunjukkan santri punya peranan penting yang tak tergantikan di Indonesia,&#8221; kata Solchan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran Foto Jurnalistik SANTRI V.2 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti “Jelajah Lasem Heritage” bersama pewarta foto ANTARA, temu wicara “Fotografi, Santri, dan Pesantren”, serta pameran arsip visual yang menampilkan dokumentasi lawas dari Pondok Pesantren Kauman, Ponpes Putri Al Hidayat, dan warga Lasem. Seluruh kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis. (*)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/">Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usung Budaya dan Kearifan lokal, Ini Rangkaian Peringatan Hari Jadi Rembang ke-284</title>
		<link>https://linimedia.com/usung-budaya-dan-kearifan-lokal-ini-rangkaian-peringati-hari-jadi-rembang-ke-284/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 07:16:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=4898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com – Kabupaten Rembang akan memasuki usia...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/usung-budaya-dan-kearifan-lokal-ini-rangkaian-peringati-hari-jadi-rembang-ke-284/">Usung Budaya dan Kearifan lokal, Ini Rangkaian Peringatan Hari Jadi Rembang ke-284</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang, linimedia.com</strong> – Kabupaten Rembang akan memasuki usia ke-284 pada 27 Juli 2025 mendatang. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan memperingati Hari Jadi dengan konsep sederhana namun tetap mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Mutaqin, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan dibagi menjadi dua kategori utama, yakni ritual dan seremoni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ritual diawali dengan ziarah ke makam para umaro dan ulama yang berjasa dalam sejarah Kabupaten Rembang. Di antaranya makam Pangeran Sedo Laut di kompleks Masjid Agung Rembang dan K.R.M. <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:K.R.M._Adipati_Ario_Singgih_Djojo_Adhiningrat.jpg">Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat</a>, suami R.A. Kartini. Ziarah juga dilakukan ke makam Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim) yang memiliki pengaruh penting dalam sejarah keislaman di wilayah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada malam tanggal 26 Juli, akan digelar doa bersama di Museum R.A. Kartini. Doa ini dilakukan dalam dua bentuk, yakni secara agama (tahlil) dan secara budaya melalui macapatan, yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi lisan Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncak ritual ditandai dengan kirab pusaka tombak Trisulo bersama dua pusaka lainnya milik <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Rembang">Kabupaten Rembang</a>. Kirab tersebut akan mengelilingi halaman <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_R.A._Kartini">Museum R.A. Kartini</a> dan dimeriahkan dengan Tari Gambuh, tarian klasik yang diyakini sebagai simbol penolak bala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan diperingatinya Hari Jadi ini, kita berharap Rembang senantiasa dijauhkan dari marabahaya. Sehingga visi misi Pak Bupati, <em>Rembang Bangkit Menuju Sejahtera</em>, bisa terwujud,” ujar Mutaqin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian acara budaya juga akan menampilkan sendratari Rembang Sakawit, sebuah pertunjukan dramatari yang mengisahkan asal-usul nama Rembang. Siangnya, akan dilaksanakan sarasehan sejarah, mengulas pembentukan Kabupaten Rembang dan peran tokoh-tokoh masa lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, pagelaran wayang kulit akan diselenggarakan pada Sabtu malam (26/7) di Pendapa Museum R.A. Kartini, menampilkan dalang muda asal Rembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun upacara Hari Jadi dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi (27/7), dengan seluruh peserta mengenakan busana adat Jawa dan menggunakan bahasa Jawa selama upacara berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkab Rembang berharap masyarakat tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga ikut serta dalam melestarikan budaya warisan leluhur yang menjadi jati diri daerah. (*)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/usung-budaya-dan-kearifan-lokal-ini-rangkaian-peringati-hari-jadi-rembang-ke-284/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/usung-budaya-dan-kearifan-lokal-ini-rangkaian-peringati-hari-jadi-rembang-ke-284/">Usung Budaya dan Kearifan lokal, Ini Rangkaian Peringatan Hari Jadi Rembang ke-284</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4898</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Revitalisasi Taman Inspirasi Kartini, Semangat Emansipasi Hidup Lewat Aksi Lingkungan</title>
		<link>https://linimedia.com/revitalisasi-taman-inspirasi-kartini-semangat-emansipasi-hidup-lewat-aksi-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rendy Wibowo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 10:07:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[2025]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Darling]]></category>
		<category><![CDATA[Bakti Lingkungan Djarum Foundation]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Museum R.A. Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=4751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com – Semangat emansipasi perempuan terus digelorakan...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/revitalisasi-taman-inspirasi-kartini-semangat-emansipasi-hidup-lewat-aksi-lingkungan/">Revitalisasi Taman Inspirasi Kartini, Semangat Emansipasi Hidup Lewat Aksi Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang, linimedia.com</strong> – Semangat emansipasi perempuan terus digelorakan di Kabupaten Rembang. Kali ini, Taman Inspirasi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini">Kartini </a>yang berada di kompleks <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_R.A._Kartini#:~:text=Kartini%20berada%20di%20Desa%20Kutoharjo,Kartini.">Museum R.A. Kartini</a> direvitalisasi melalui kegiatan Aksi Darling (Aksi Sadar Lingkungan) pada Selasa (27/5/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dan 50 mahasiswa peduli lingkungan, yang berupaya menjadikan taman ini sebagai ruang hijau yang edukatif dan inspiratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami percaya, dengan melibatkan mahasiswa, mereka akan semakin terinspirasi untuk melanjutkan semangat Kartini dengan cara mereka masing-masing,” ujar Mutiara Diah Asmara, Director of Communications Djarum Foundation.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam aksi tersebut, BLDF menggandeng komunitas Konco Museum Rembang menanam berbagai jenis tanaman. Mulai dari semak berbunga seperti melati, soka, sabrina, hingga tanaman herbal seperti kapulaga dan tanaman pewarna alami batik seperti akar mengkudu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanaman-tanaman ini tidak hanya memperindah taman, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang keanekaragaman hayati dan budaya lokal.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="4752" data-permalink="https://linimedia.com/revitalisasi-taman-inspirasi-kartini-semangat-emansipasi-hidup-lewat-aksi-lingkungan/whatsapp-image-2025-05-27-at-16-56-38/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-27-at-16.56.38.jpeg?fit=1600%2C1066&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,1066" data-comments-opened="0" data-image-title="Revitalisasi Taman Inspirasi Kartini, Semangat Emansipasi Hidup Lewat Aksi Lingkungan" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Mutiara Diah Asmara, Director of Communications Djarum Foundation menyirami tanaman usai dilakukan penanaman pada kegiatan Aksi Darling.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-27-at-16.56.38.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-27-at-16.56.38.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-4752" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-27-at-16.56.38.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-27-at-16.56.38.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mutiara Diah Asmara, Director of Communications Djarum Foundation menyirami tanaman usai dilakukan penanaman pada kegiatan Aksi Darling.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan keluarga R.A. Kartini, Joddy Mulyasetya Putra, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa inisiatif semacam ini sebaiknya tidak hanya dimaknai sebagai upaya merawat bangunan fisik, tetapi juga harus menjadi pengingat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai Kartini setiap saat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nilai-nilai yang diperjuangkan R.A. Kartini semestinya tidak hanya menjadi legacy yang dirayakan tiap 21 April, melainkan menjadi pengingat bagi semua orang untuk terus berjuang dengan cara masing-masing,” kata Joddy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, aktivis sosial Chintya Tengens Kastanya, yang hadir sebagai narasumber dalam sesi bincang-bincang, menyoroti pentingnya harmoni manusia dan alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Keselarasan hidup dengan alam menjadi pesan penting yang harus disampaikan ke generasi muda, terutama mereka yang memiliki platform cukup besar untuk bersuara. Dengan begitu, pesan-pesan positif seperti tentang lingkungan ini bisa teramplifikasi ke lebih banyak orang,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Rembang Harno, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Rembang, Mardi, juga menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, revitalisasi Museum Kartini tidak hanya soal penataan fisik, tapi juga menghidupkan nilai perjuangan Kartini yang masih sangat relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Museum R.A. Kartini bukan sekadar tempat menyimpan benda sejarah. Ia adalah ruang perjuangan, emansipasi, dan kebangkitan perempuan Indonesia,” tegas Mardi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan bahwa aksi nyata seperti ini di ruang publik dapat menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Triana Husnul Khotimah, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, museum perlu terus dihidupkan agar menjadi ruang edukatif dan inspiratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Museum adalah tempat edukasi yang bisa menginspirasi banyak orang. Semoga semakin banyak pengunjung datang dan merasakan nilai-nilai perjuangan Kartini,” ujarnya. (*)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/revitalisasi-taman-inspirasi-kartini-semangat-emansipasi-hidup-lewat-aksi-lingkungan/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/revitalisasi-taman-inspirasi-kartini-semangat-emansipasi-hidup-lewat-aksi-lingkungan/">Revitalisasi Taman Inspirasi Kartini, Semangat Emansipasi Hidup Lewat Aksi Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4751</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Bukan Cuma Nostalgia, Gegayuhan Bikin Kampung Makin Gaya</title>
		<link>https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 08:09:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2025]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekararum]]></category>
		<category><![CDATA[seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=4639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com &#8211; Ada yang berbeda di Dusun...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/">Tradisi Bukan Cuma Nostalgia, Gegayuhan Bikin Kampung Makin Gaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang, linimedia.com</strong> &#8211; Ada yang berbeda di <a href="https://rembangkab.go.id/katakunci/desa-sekararum/">Dusun Sekararum</a>, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, pekan ini. Suara musik, gelak tawa, dan lantunan doa bersatu dalam suasana hangat Festival Nginguk Githok VII yang kembali hadir dengan semangat baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama enam hari penuh, dari 13 hingga 18 Mei 2025, warga Sekararum dan para tamu dari berbagai penjuru disuguhkan beragam pertunjukan budaya dalam festival bertema “Gegayuhan”, yang berarti harapan atau cita-cita. Tema ini mengajak semua orang untuk merenungkan masa depan desa—bukan dengan serius semata, tapi lewat seni, tawa, dan kebersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival ini merupakan hasil kolaborasi seru antara SKRM Squad dan <a href="https://regional.kompas.com/read/2022/07/15/081052778/kolektif-hysteria-gudang-kreativitas-anak-muda-semarang-untuk-betumbuh">Kolektif Hysteria Semarang</a>. Sejak 2018, mereka terus menyulap dusun kecil ini menjadi panggung besar seni dan budaya. Tahun ini adalah penyelenggaraan yang ketujuh dan rupanya, tiap tahunnya festival ini selalu punya cara unik untuk merayakan kehidupan desa.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="4641" data-permalink="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/whatsapp-image-2025-05-16-at-09-08-26/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?fit=1616%2C1080&amp;ssl=1" data-orig-size="1616,1080" data-comments-opened="0" data-image-title="WhatsApp Image 2025-05-16 at 09.08.26" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-4641" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang membuat festival ini spesial? Di sini, masyarakat tidak hanya duduk menonton. Mereka justru jadi bagian dari pertunjukan. Rumah-rumah berubah jadi galeri seni, halaman jadi panggung pertunjukan, dan ide-ide warga jadi bahan bakar utama festival.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://linimedia.com/saatnya-bersenang-senang-mumba-festival-mulai-sore-ini/">Festival </a>dibuka dengan pameran seni lukis yang menampilkan karya-karya seniman lokal dan nasional. Lalu, panggung terus hidup dengan pertunjukan tari dari sanggar Baledolan, komedi tunggal yang mengundang tawa dari komika asal Rembang, hingga lantunan merdu Rebana Nada Dien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari-hari selanjutnya tak kalah semarak. Ada Barongan “Pandji Sabda Jagad” dari Blora, Tari Gedruk dari “Prabu Erlangga” Semarang, hingga berbagai suguhan seni lain yang memanjakan mata dan hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik riuhnya pertunjukan, festival ini tetap berakar pada tradisi. Ritual sedekah bumi jadi momen sakral yang tak pernah absen. Gunungan hasil bumi diarak menuju punden, diiringi doa-doa syukur yang khidmat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="4642" data-permalink="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/whatsapp-image-2025-05-16-at-09-08-27/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?fit=1616%2C1080&amp;ssl=1" data-orig-size="1616,1080" data-comments-opened="0" data-image-title="WhatsApp Image 2025-05-16 at 09.08.27" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-4642" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Malam harinya, suasana berubah syahdu. Tahlil dan pengajian digelar, menguatkan hubungan spiritual antara warga dan alam sekitar. Tak lupa, pementasan tayub dan ketoprak hadir membawa hiburan yang membaurkan religi dan kesenian dengan cara yang khas dan menghibur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Gegayuhan diangkat sebagai tema untuk mengajak masyarakat desa membayangkan masa depan kampung mereka,” kata Yasin, project manager Festival Nginguk Githok VII.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan benar saja, dari suasana yang terasa di Sekararum, harapan itu nyata adanya. Bukan sekadar mimpi, tapi gerakan nyata yang tumbuh dari gotong royong dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival ini jadi bukti bahwa desa bisa bersinar tanpa harus menjadi kota. Di tengah modernisasi yang melaju cepat, Sekararum memilih jalannya sendiri: menyemai harapan dengan akar tradisi.</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/">Tradisi Bukan Cuma Nostalgia, Gegayuhan Bikin Kampung Makin Gaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4639</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Sejarah Diperingatinya Hari Bela Negara</title>
		<link>https://linimedia.com/ini-sejarah-diperingatinya-hari-bela-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Miftachuss]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2024 14:44:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Agresi militer 2]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Hari bela negara]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=4080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada Kamis (19/12/2024) Pemerintah Kabupaten Rembang memperingati Hari...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/ini-sejarah-diperingatinya-hari-bela-negara/">Ini Sejarah Diperingatinya Hari Bela Negara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pada Kamis (19/12/2024) Pemerintah Kabupaten Rembang memperingati Hari Bela Negara.  Hari Bela Negara ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para pahlawan mempertahankan kedaulatan negara dari Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Rembang H. Abdul Hafidz saat membacakan sambutan dari Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo, dalam upacara Bela Negara di halaman kantor Bupati Rembang, Kamis (19/12/2024) mengatakan momen itu, para pahlawan menunjukkan kegigihan dan usaha mereka untuk merebut kembali Kota Negara Yogyakarta yang saat itu merupakan simbol pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Hafidz menambahkan pada waktu itu Belanda berhasil menangkap sejumlah tokoh penting Indonesia, yaitu Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Hal ini menyebabkan kekosongan kepemimpinan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Demi keberlangsungan pemerintahan Indonesia, Presiden Soekarno menginstruksikan Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di daerah Bukit Tinggi, Sumatera Barat,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya,&nbsp; deklarasi PDRI merupakan bukti ketangguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Keberadaan PDRI juga memberikan sinyal kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih tetap berdiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mendengar catatan sejarah tersebut, membuat kita generasi penerus menjadi kagum dan terinspirasi akan dedikasi pengorbanan para pejuang bangsa. Maka peringatan Hari Bela Negara ini merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam menjaga dan memperkuat persatuan bangsa Indonesia, ” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tema peringatan Hari Bela Negara ke-76 Tahun 2024 ini adalah “GELORAKAN BELA NEGARA UNTUK INDONESIA MAJU”. Tema itu mengandung makna seluruh warga negara Indonesia agar terus menggelorakan bela negara dengan berkontribusi secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan guna mewujudkan Indonesia Maju.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kontribusi nyata kita haruslah dapat tercermin pula pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, teknologi, pertahanan dan keamanan,” paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, Abdul Hafidz mengingatkan, bahwa tugas bela negara bukan hanya milik kementerian pertahanan, TNI dan Polri semata, namun merupakan tugas dan kewajiban seluruh komponen bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan semangat bela negara kita akan mampu menghadapi berbagai macam rintangan untuk menggapai cita-cita bangsa,” pungkasnya. (MFC)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/ini-sejarah-diperingatinya-hari-bela-negara/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/ini-sejarah-diperingatinya-hari-bela-negara/">Ini Sejarah Diperingatinya Hari Bela Negara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4080</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini</title>
		<link>https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/</link>
					<comments>https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2022 01:43:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2022]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=2349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Pemkab Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/">Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="352" data-attachment-id="2350" data-permalink="https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/whatsapp-image-2022-08-19-at-08-26-02/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?fit=756%2C391&amp;ssl=1" data-orig-size="756,391" data-comments-opened="1" data-image-title="Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Poster pengumuman pelaksanaan pameran pusaka keris.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?resize=680%2C352&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2350" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?w=756&amp;ssl=1 756w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?resize=300%2C155&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Poster pengumuman pelaksanaan pameran Tosan Aji.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang</strong> &#8211; Pemkab Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar pameran Tosan Aji di pendapa museum RA Kartini pada 19 sampai 20 Agustus 2022. Pembukaan pameran yang memamerkan benda pusaka keris itu akan dibuka pada Jum&#8217;at 19 Agustus 2022 pukul 10.00 WIB.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default has-large-font-size is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" style="font-style:italic;font-weight:500"><p><strong>Gratis yang mau datang , cocok untuk menimba ilmu, refreshing atau berwisata. </strong></p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya pameran pusaka keris ini menjadi event yang bisa dikunjungi bagi masyarakat umum. Tak terkecuali kalangan muda, selain menambah pengetahuan juga bisa untuk kontem media sosialnya, baik buat foto- foto maupun video.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan dari Event Organizer pameran Tosan Aji , M Khairur Rifai mengatakan masyarakat sudah bisa berkunjung ke pameran ini mulai pukul 10.00 WIB tepat pada saat pembukaan. Pengunjung tidak ditarik biaya alias gratis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Gratis yang mau datang , cocok untuk menimba ilmu, refreshing atau berwisata. Bisa juga untuk buat konten medsos , yang instagramable juga cocok,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rifai menambahkan ada 500an lebih pusaka keris dari berbagai daerah yang akan dipamerkan. Even ini menarik karena tak perlu pergi ke berbagai tempat untuk melihat pusaka keris yang berasal dari banyak tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Ia menyebutkan akan ada prosesi penjamasan keris oleh Empu Daliman Pospobudoyo, Dosen Prodi Keris dan Senjata Tradisi ISI Solo. Bagi yang ingin melihat langsung, bisa datang pada Sabtu malam (20/8/2020) pukul 19.00 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama dua hari pelaksanaan pameran Tosan Aji akan dibuka pukul 10.00 WIB sampai 23.00 WIB . Pada Jum&#8217;at malam nanti akan ada opening show, kirab pusaka dan karawitan. Sedangkan Sabtu malam sejumlah acara seperti workshop jamasan keris dan sarasehan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami juga mengundang siswa sekolah se kecamatan Lasem dan Rembang kota untuk berkunjung ke pameran ini, &#8221; pungkasnya. (bgm)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/">Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2349</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alasan Menteri PUPR Ingin Mewujudkan Kota Pusaka Lasem</title>
		<link>https://linimedia.com/alasan-menteri-pupr-ingin-mewujudkan-kota-pusaka-lasem/</link>
					<comments>https://linimedia.com/alasan-menteri-pupr-ingin-mewujudkan-kota-pusaka-lasem/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2022 09:27:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[lasem]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=2212</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/alasan-menteri-pupr-ingin-mewujudkan-kota-pusaka-lasem/">Alasan Menteri PUPR Ingin Mewujudkan Kota Pusaka Lasem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="381" data-attachment-id="2214" data-permalink="https://linimedia.com/alasan-menteri-pupr-ingin-mewujudkan-kota-pusaka-lasem/whatsapp-image-2022-01-02-at-15-47-29-2/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/01/WhatsApp-Image-2022-01-02-at-15.47.29-1.jpeg?fit=1000%2C560&amp;ssl=1" data-orig-size="1000,560" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}" data-image-title="Alasan Menteri PUPR Ingin Mewujudkan Kota Pusaka Lasem" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimoeljono pantau progres pembangunan kota pusaka Lasem. (Linimedia/bgm)&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/01/WhatsApp-Image-2022-01-02-at-15.47.29-1.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/01/WhatsApp-Image-2022-01-02-at-15.47.29-1.jpeg?resize=680%2C381&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2214" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/01/WhatsApp-Image-2022-01-02-at-15.47.29-1.jpeg?w=1000&amp;ssl=1 1000w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/01/WhatsApp-Image-2022-01-02-at-15.47.29-1.jpeg?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/01/WhatsApp-Image-2022-01-02-at-15.47.29-1.jpeg?resize=768%2C430&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimoeljono pantau progres pembangunan kota pusaka Lasem. (Linimedia/bgm)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang </strong>&#8211; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimoeljono, meninjau lokasi pembangunan Kota Pusaka Lasem yang dimulai dari pembangunan area pertokoan depan Masjid Jami&#8217; Baiturrahman Lasem, Minggu (2/1).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersama rombongan, Menteri PUPR Basuki tiba di Lasem bertepatan dengan waktu sholat duhur. Tidak lama seusai melaksanakan sholat duhur di Masjid Jami&#8217; Baiturrahman Lasem, Menteri Basuki kemudian menuju ke lokasi pembangunan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>&#8220;Ini yang mendorong saya untuk membuat program di Lasem ini, tidak ada yang lain,”</strong></p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Usai melakukan peninjauan, Basuki menyampaikan progres pelestarian wilayah Lasem melalui pembangunan Kota Pusaka Lasem sudah berjalan 30 persen. Meliputi renovasi Masjid Jami&#8217; Baiturrahman, bangunan pasar dan alun-alun serta pembangunan trotoar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khusus untuk trotoar, Basuki memiminta agar pembangunannya lebih panjang lagi. Menurutnya perbaikan pada trotoar akan menambah nuansa yang lebih baik untuk Lasem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Beberapa meter trotoar Daendels ini, untuk lebih bisa memberikan nuansa perbaikan kota Lasem saya minta trotoarnya diperpanjang,” kata Menteri PUPR Basuki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dirinya juga meminta untuk dilakukan penataan jalan Daendels (Pantura) yang melintasi Lasem. Dirinya berharap melalui tambahan penataan tersebut wajah Lasem akan semakin baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya juga minta untuk diperpanjang penataan jalan Daendels ini, supaya Lasem bisa berubah menjadi Kota yang mudah-mudahan lebih baik kedepan,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Basuki mengungkapkan, keinginannya mewujudkan Kota Pusaka Lasem didasari oleh nilai toleransi di Lasem menurutnya sangat luar biasa. Direncanakan bulan Agustus tahun 2022 pembangunan akan selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lasem ini memang menjadi Kota toleransi baik agama maupun etnisnya. Ini yang mendorong saya untuk membuat program di Lasem ini, tidak ada yang lain,” pungkasnya. (bgm)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/alasan-menteri-pupr-ingin-mewujudkan-kota-pusaka-lasem/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/alasan-menteri-pupr-ingin-mewujudkan-kota-pusaka-lasem/">Alasan Menteri PUPR Ingin Mewujudkan Kota Pusaka Lasem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/alasan-menteri-pupr-ingin-mewujudkan-kota-pusaka-lasem/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2212</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PR Besar Yang Harus Dikerjakan Demi Kesempurnaan Kota Pusaka Lasem</title>
		<link>https://linimedia.com/pr-besar-yang-harus-dikerjakan-demi-kesempurnaan-kota-pusaka-lasem/</link>
					<comments>https://linimedia.com/pr-besar-yang-harus-dikerjakan-demi-kesempurnaan-kota-pusaka-lasem/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2021 03:31:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[lasem]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=2153</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Penataan kawasan kota pusaka Lasem memiliki...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/pr-besar-yang-harus-dikerjakan-demi-kesempurnaan-kota-pusaka-lasem/">PR Besar Yang Harus Dikerjakan Demi Kesempurnaan Kota Pusaka Lasem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="383" data-attachment-id="2154" data-permalink="https://linimedia.com/pr-besar-yang-harus-dikerjakan-demi-kesempurnaan-kota-pusaka-lasem/whatsapp-image-2021-09-09-at-10-27-21/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-09-at-10.27.21.jpeg?fit=2000%2C1125&amp;ssl=1" data-orig-size="2000,1125" data-comments-opened="1" data-image-title="PR Besar Yang harus Dikerjakan Demi Kesempurnaan Kota Pusaka Lasem" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Penataan kota pusaka Lasem tahap pertama dipusatkan di kawasan alun-alun Lasem. (Linimedia/rtw)&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-09-at-10.27.21.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-09-at-10.27.21.jpeg?resize=680%2C383&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2154" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-09-at-10.27.21.jpeg?w=2000&amp;ssl=1 2000w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-09-at-10.27.21.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-09-at-10.27.21.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-09-at-10.27.21.jpeg?resize=1536%2C864&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-09-at-10.27.21.jpeg?w=1360&amp;ssl=1 1360w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Penataan kota pusaka Lasem tahap pertama dipusatkan di kawasan alun-alun Lasem. (Linimedia/rtw)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang </strong>&#8211; Penataan kawasan kota pusaka Lasem memiliki dua PR besar yang harus dikerjakan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan nantinnya. Seperti penyediaan pasokan air dan penataan jalan lingkar agar tidak terjadi kemacetan di kawasan tersebut.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong> Kalau jalan pantura dibiarkan dilintasi kendaraan besar tentu akan mengganggu dari fungsi kota pusaka.</strong></p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan ketika kota pusaka Lasem menjadi tempat berkunjungnya banyak wisatawan tentu menjadi sebuah kebanggan bagi Rembang. Disisi lain jika banyak wisatawan yang berkunjung tentu kebutuhan khususnya air juga harus dipenuhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Hafidz menyadari pasokan air di kabupaten Rembang masih sangat minim. Sehingga permasalah tersebut menjadi salah satu PR yang harus diselesaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Air di Rembang masih sangat minim sekali, maka kecukupan air menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan program ini,” kata Bupati Hafidz.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait PR tersebut, Bupati Hafidz sudah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo pusat untuk optimalisasi pasokan air dari Kecamatan Sale. Usulan tersebut sudah dimasukan dalam keputusan Presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Oleh karena itu saya sudah mengusulkan kepada Pak Presiden yaitu program optimalisasi air dari Sale yang nanti akan menyuplai wilayah Lasem dan Kota Rembang. Dan ini sudah masuk dalam peraturan Presiden nomor 79,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Bupati menerangkan, penanganan pasokan air masih belum cukup untuk menyempurnakan kawasan kota pusaka Lasem. Yang harus mendapat penanganan selanjutnya yaitu kemacetan yang kerap terjadi di jalan Pantura area alun-alun Lasem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena jika dibiarkan terjadi kemacetan, maka akan sangat mengganggu para wisatawan yang berkunjung ke kota pusaka Lasem. Maka dari itu pihaknya juga telah mengusulkan ke Presiden Joko Widodo dan sudah masuk dalam perencanaan pembuatan jalur lingkar luar kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau jalan pantura dibiarkan dilintasi kendaraan besar tentu akan mengganggu dari fungsi kota pusaka. Dalam keputusan Presiden nomor 79 bahwa Rembang direncanakan jalur lingkar luar kota. Mulai dari Kaliori sampai Bonang jadi panjangnya kurang lebih 25,5 kilometer,” bebernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang nomor satu di Rembang itu menambahkan, tahun ini Detail Engineering Design (DED) jalur lingkar luar kota sudah jadi. Selanjutnya tinggal pembiayaan untuk pembebasan tanah yang rencananya dilaksanakan pada tahun 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Semoga rencana ini disetujui oleh DPRD sehingga pembiayaan untuk pembebasan tanah bisa dilaksanakan tahun 2022,&#8221; imbuhnya.</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/pr-besar-yang-harus-dikerjakan-demi-kesempurnaan-kota-pusaka-lasem/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/pr-besar-yang-harus-dikerjakan-demi-kesempurnaan-kota-pusaka-lasem/">PR Besar Yang Harus Dikerjakan Demi Kesempurnaan Kota Pusaka Lasem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/pr-besar-yang-harus-dikerjakan-demi-kesempurnaan-kota-pusaka-lasem/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2153</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Penelitian Tulang Belulang Pada Gua di Desa Bitingan Sale</title>
		<link>https://linimedia.com/hasil-penelitian-tulang-belulang-pada-gua-di-desa-bitingan-sale/</link>
					<comments>https://linimedia.com/hasil-penelitian-tulang-belulang-pada-gua-di-desa-bitingan-sale/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rendy Wibowo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2021 07:19:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=1963</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Beberapa waktu lalu, pegiat sejarah dari...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/hasil-penelitian-tulang-belulang-pada-gua-di-desa-bitingan-sale/">Hasil Penelitian Tulang Belulang Pada Gua di Desa Bitingan Sale</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="383" data-attachment-id="1964" data-permalink="https://linimedia.com/hasil-penelitian-tulang-belulang-pada-gua-di-desa-bitingan-sale/whatsapp-image-2021-03-28-at-14-16-02/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-28-at-14.16.02.jpeg?fit=1280%2C720&amp;ssl=1" data-orig-size="1280,720" data-comments-opened="1" data-image-title="Hasil Penelitian Tulang Belulang Pada Gua di Desa Bitingan Sale" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;0 meter dari mulut gua ditemukan tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur di Desa Bitingan Kecamatan Sale.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-28-at-14.16.02.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-28-at-14.16.02.jpeg?resize=680%2C383&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-1964" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-28-at-14.16.02.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-28-at-14.16.02.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-28-at-14.16.02.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>10 meter dari mulut gua ditemukan tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur di Desa Bitingan Kecamatan Sale.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang</strong> &#8211; Beberapa waktu lalu, pegiat sejarah dari yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) menemukan tulang belulang yang diduga dari suku lingga yang hidup pada masa pra sejarah. Tulang beluang itu menempel pada dinding gua Temu Ireng di Desa Bitingan Kecamatan Sale.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>Tulang tulang itu dari Balar mengatakan kemungkinan tulang itu tersapu aliran sungai yang ada didalam gua.</strong></p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi hal itu, Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Retna Dyah mengatakan temuan tulang belulang pada dinding gua Temu Ireng sebenarnya sudah pernah diteliti oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta tahun 2019. Hasilnya tulang belulang itu merupakan tulang dari hewan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebenarnya itu sudah pernah diteliti oleh Balar Yogyakarta. Penelitian terakhir saat kegiatan survei potensi gua kawasan karst zona Rembang tahun 2019. Itu mensurvei seluruh gua yang ada di Rembang.” kata Retna Dyah, Minggu 28 Maret 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tulang hewan itu, kata dia, &nbsp;juga bukan merupakan tulang hewan purba melainkan hewan seperti sapi ataupun kerbau. Sehingga kesimpulannya pada gua tersebut tidak ada temuan yang menjurus pada jejak dari suku lingga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tulang tulang itu dari Balar mengatakan kemungkinan tulang itu tersapu aliran sungai yang ada didalam gua. Tulang tulang itu bukan dari hewan purba melainkan semacam sapi dan kerbau.” Bebernya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="383" data-attachment-id="1937" data-permalink="https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/whatsapp-image-2021-03-16-at-11-12-25-1/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-1.jpeg?fit=1280%2C720&amp;ssl=1" data-orig-size="1280,720" data-comments-opened="1" data-image-title="Hasil Penelitian Tulang Belulang Pada Gua di Desa Bitingan Sale" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur di Desa Bitingan Kecamatan Sale.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-1.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-1.jpeg?resize=680%2C383&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-1937" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-1.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-1.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-1.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur di Desa Bitingan Kecamatan Sale.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan penelitian dari struktur ruangan di dalam gua juga tidak memenuhi syarat untuk dihuni pada masa prasejarah. Meskipun terdapat sumber air dari aliran sungan di dalam gua itu, tetap saja tidak ada indikasi hunian pada gua tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk di gua temu ireng itu dari hasil penelitian Balar tidak ada indikasi hunian. Bentuknya juga tidak mengindikasikan hunian. Model guanya bagian ceruknya itu kecil, misal dijadikan hunian pada masa prasejarah juga tidak cocok,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia menyebutkan gua yang diindikasi sebagai gua hunian di Kabupaten Rembang hanya ada dua. Gua tersebut terletak di Kecamatan Bulu dan di Kecamatan Sedan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua gua yang diduga gua hunian itu rencananya pada bulan Juli mendatang akan dilakukan ekskavasi atau penggalian. Untuk mengetahui dan mencatatan sisa-sisa arkeologis yang ada pada gua tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Baru dipetakan gua hunian baru ada dua. Kalau di Sedan itu gua Rondo, kemudian di Kecamatan bulu itu juga ada satu saya lupa namanya,” ucap dia.</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/hasil-penelitian-tulang-belulang-pada-gua-di-desa-bitingan-sale/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/hasil-penelitian-tulang-belulang-pada-gua-di-desa-bitingan-sale/">Hasil Penelitian Tulang Belulang Pada Gua di Desa Bitingan Sale</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/hasil-penelitian-tulang-belulang-pada-gua-di-desa-bitingan-sale/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1963</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Tulang Ditemukan di Dinding Gua Desa Bitingan Sale, Diduga Dari Suku Pra Sejarah</title>
		<link>https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/</link>
					<comments>https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rendy Wibowo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2021 04:58:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[gua]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=1932</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Kumpulan tulang belulang yang diduga dari...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/">Kumpulan Tulang Ditemukan di Dinding Gua Desa Bitingan Sale, Diduga Dari Suku Pra Sejarah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="383" data-attachment-id="1935" data-permalink="https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/whatsapp-image-2021-03-16-at-11-12-25/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25.jpeg?fit=1080%2C608&amp;ssl=1" data-orig-size="1080,608" data-comments-opened="1" data-image-title="Kumpulan Tulang Ditemukan di Dinding Gua Desa Bitingan Sale, Diduga Dari Suku Pra Sejarah" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Mohamad Al Mahdi seorang pegiat sejarah dan anggota yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) belum lama ini dirinya bersama timnya menemukan tulang belulang yang diduga dari suku lingga yang hidup pada masa pra sejarah di Gua Temu Ireng Desa Bitingan Kecamatan Sale, Rembang.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25.jpeg?resize=680%2C383&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-1935" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25.jpeg?w=1080&amp;ssl=1 1080w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Mohamad Al Mahdi seorang pegiat sejarah dan anggota yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) belum lama ini dirinya bersama timnya menemukan tulang belulang yang diduga dari suku lingga yang hidup pada masa pra sejarah di Gua Temu Ireng Desa Bitingan Kecamatan Sale, Rembang.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang </strong>&#8211; Kumpulan tulang belulang yang diduga dari manusia pra sejarah ditemukan oleh pegiat sejarah dari Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) pada dinding gua temu ireng di desa Bitingan Kecamatan Sale, Rembang. Sebagian besar tulang-tulang itu belum belum menjadi fosil atau masih berbentuk tulang utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mohamad Al Mahdi seorang pegiat sejarah dan anggota yayasan LKCB mengatakan belum lama ini dirinya bersama timnya menemukan tulang belulang yang diduga dari suku lingga yang hidup pada masa pra sejarah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suku Lingga sendiri merupakan suku tertua atau suku purba, yang telah ada jauh sebelum Majapahit berdiri. Suku Lingga dalam catatan sejarah Lasem berada di Bumi Lasem.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>Jadi setiap 5 meter ada lagi, jadi banyak sekali tulang-tulang yang menempel.</strong></p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menceritakan, pada mulanya gua temu ireng itu ditemukan oleh warga desa setempat. Namun warga desa tidak mengetahui apa isi di dalam gua itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mendapat informasi itu, ia bersama 4 kawannya menuju ke lokasi gua tersebut untuk meneliti kemungkinan adanya peninggalan pra sejarah di gua itu. Karena dari awal, laki-laki yang akrab disapa Koh Lam itu memang penasaran dengan peninggalan pra sejarah utamannya mengungkap keberadaan dari suku lingga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya memang tertarik dengan peninggalan sejarah yang mengungkap keberadaan suku lingga. Gua-gua di Lasem sudah saya teliti semua tapi belum menemukan jejak suku lingga. Kemudian dapat info ada temuan gua di Bitingan saya coba untuk kesana,” kata Koh Lam, Selasa 16 Maret 2021.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="383" data-attachment-id="1934" data-permalink="https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/whatsapp-image-2021-03-16-at-11-12-25-2/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-2.jpeg?fit=1280%2C720&amp;ssl=1" data-orig-size="1280,720" data-comments-opened="1" data-image-title="Kumpulan Tulang Ditemukan di Dinding Gua Desa Bitingan Sale, Diduga Dari Suku Pra Sejarah" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;10 meter dari mulut gua ditemukan tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-2.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-2.jpeg?resize=680%2C383&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-1934" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-2.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-2.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-16-at-11.12.25-2.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>10 meter dari mulut gua ditemukan tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Benar saja berjarak 10 meter dari mulut gua ditemukan tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur. Ukuran tulang itu bervariasi, ada yang sepanjang ruas jari, ada juga yang panjangnya hingga 40 cm.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tulang belulang itu ditemukan di lima titik dinding gua. Dengan jarak antar temuan tulang kurang lebih 4-5 meter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Temuan tulang bervariasi, ada yang seukuran jari, ada yang seukuran pergelangan tangan. Ada yang sebesar tulang kaki. Jarak antar tulang ke tulang lain itu sekitar 4 meter, 5 meter. Jadi setiap 5 meter ada lagi, jadi banyak sekali tulang-tulang yang menempel,” bebernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menjelaskan, dari ciri-cirinya, bersumber dari buku sejarah Kawitane Wong Jawa Lan Wong Kanung, suku lingga memang tinggal di gua-gua yang berdiding kapur. Oleh karena itu, dugaan temuan tulang belulang itu mengarah pada suku lingga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena tanah pada dinding gua mengandung kapur, lanjut dia, tulang belulang yang menempel masih terlihat utuh. Hanya sedikit tulang yang sudah berubah menjadi fosil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Berhubung itu di tanah yang mengandung kapur, jadi proses penguraian tulangnya lama. Sebagian ada yang sudah menjadi fosil ada juga yang belum. Tapi kebanyakan masih kayak tulang utuh,” bebernya.</p>



<figure class="wp-block-video"><video height="352" style="aspect-ratio: 640 / 352;" width="640" controls src="https://linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Video-2021-03-16-at-11.12.25-1.mp4"></video><figcaption>Tanah pada dinding gua mengandung kapur, hingga tulang belulang yang menempel masih terlihat utuh. Hanya sedikit tulang yang sudah berubah menjadi fosil.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menyebutkan, kedalaman gua itu masih belum bisa diketahui. Pasalnya didalam gua temu ireng itu terdapat sungai bawah tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas temuan itu, dirinya telah melaporkannya ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah dan Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta. Ia berharap temuan itu benar-benar merupakan tulang-tulang dari suku lingga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semoga saja itu jejak dari suku lingga, misal bukan dari suku lingga namun suku yang lebih tua lagi itu malah bagus, bisa jadi temuan terbesar,” imbuhnya.</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/">Kumpulan Tulang Ditemukan di Dinding Gua Desa Bitingan Sale, Diduga Dari Suku Pra Sejarah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/kumpulan-tulang-ditemukan-di-dinding-gua-desa-bitingan-sale-diduga-dari-suku-pra-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://linimedia.com/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Video-2021-03-16-at-11.12.25-1.mp4" length="6373216" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1932</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
