SEMBUNYIKAN IKLAN INI
BeritaPemerintahanSejarahSosial BudayaWisata

PR Besar Yang Harus Dikerjakan Demi Kesempurnaan Kota Pusaka Lasem

×

PR Besar Yang Harus Dikerjakan Demi Kesempurnaan Kota Pusaka Lasem

Sebarkan artikel ini
Penataan kota pusaka Lasem tahap pertama dipusatkan di kawasan alun-alun Lasem. (Linimedia/rtw)
Penataan kota pusaka Lasem tahap pertama dipusatkan di kawasan alun-alun Lasem. (Linimedia/rtw)

Rembang – Penataan kawasan kota pusaka Lasem memiliki dua PR besar yang harus dikerjakan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan nantinnya. Seperti penyediaan pasokan air dan penataan jalan lingkar agar tidak terjadi kemacetan di kawasan tersebut.

Kalau jalan pantura dibiarkan dilintasi kendaraan besar tentu akan mengganggu dari fungsi kota pusaka.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan ketika kota pusaka Lasem menjadi tempat berkunjungnya banyak wisatawan tentu menjadi sebuah kebanggan bagi Rembang. Disisi lain jika banyak wisatawan yang berkunjung tentu kebutuhan khususnya air juga harus dipenuhi.

Bupati Hafidz menyadari pasokan air di kabupaten Rembang masih sangat minim. Sehingga permasalah tersebut menjadi salah satu PR yang harus diselesaikan.

Baca juga:  Langgar Kode Etik, 17 Oknum Polisi Disulap Jadi Santri

“Air di Rembang masih sangat minim sekali, maka kecukupan air menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan program ini,” kata Bupati Hafidz.

Terkait PR tersebut, Bupati Hafidz sudah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo pusat untuk optimalisasi pasokan air dari Kecamatan Sale. Usulan tersebut sudah dimasukan dalam keputusan Presiden.

“Oleh karena itu saya sudah mengusulkan kepada Pak Presiden yaitu program optimalisasi air dari Sale yang nanti akan menyuplai wilayah Lasem dan Kota Rembang. Dan ini sudah masuk dalam peraturan Presiden nomor 79,” jelasnya.

Baca juga:  MENGENAL GUYUB FC, TIM BLORA YANG SERING LINTAS KOTA

Lebih lanjut Bupati menerangkan, penanganan pasokan air masih belum cukup untuk menyempurnakan kawasan kota pusaka Lasem. Yang harus mendapat penanganan selanjutnya yaitu kemacetan yang kerap terjadi di jalan Pantura area alun-alun Lasem.

Karena jika dibiarkan terjadi kemacetan, maka akan sangat mengganggu para wisatawan yang berkunjung ke kota pusaka Lasem. Maka dari itu pihaknya juga telah mengusulkan ke Presiden Joko Widodo dan sudah masuk dalam perencanaan pembuatan jalur lingkar luar kota.

“Kalau jalan pantura dibiarkan dilintasi kendaraan besar tentu akan mengganggu dari fungsi kota pusaka. Dalam keputusan Presiden nomor 79 bahwa Rembang direncanakan jalur lingkar luar kota. Mulai dari Kaliori sampai Bonang jadi panjangnya kurang lebih 25,5 kilometer,” bebernya.

Baca juga:  Investor China Incar 500 Hektare di Rembang, Kawasan Industri 50 Perusahaan Mulai Dijajaki

Orang nomor satu di Rembang itu menambahkan, tahun ini Detail Engineering Design (DED) jalur lingkar luar kota sudah jadi. Selanjutnya tinggal pembiayaan untuk pembebasan tanah yang rencananya dilaksanakan pada tahun 2022.

“Semoga rencana ini disetujui oleh DPRD sehingga pembiayaan untuk pembebasan tanah bisa dilaksanakan tahun 2022,” imbuhnya.

External comments notice: You may need to sign in to the external service to view or post comments.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *