<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sosial Budaya Arsip &#8211; linimedia</title>
	<atom:link href="https://linimedia.com/category/sosial-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://linimedia.com/category/sosial-budaya/</link>
	<description>Unik, Menarik, dan Menggelitik</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Sep 2026 17:56:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/cropped-LINIMEDIA-LOGO-KECIL2-3.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sosial Budaya Arsip &#8211; linimedia</title>
	<link>https://linimedia.com/category/sosial-budaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186072296</site>	<item>
		<title>Festival Unen-Unen, Ketika Tradisi Menyapa Generasi Muda Rembang</title>
		<link>https://linimedia.com/festival-unen-unen-ketika-tradisi-menyapa-generasi-muda-rembang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Miftachuss]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2026 17:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=5483</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG &#8211; Sore mulai beranjak ketika halaman Rumah...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/festival-unen-unen-ketika-tradisi-menyapa-generasi-muda-rembang/">Festival Unen-Unen, Ketika Tradisi Menyapa Generasi Muda Rembang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">REMBANG &#8211; Sore mulai beranjak ketika halaman Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang perlahan dipenuhi warga, Sabtu (26/9/2026). Di tempat itu, kesenian tradisi, aktivitas edukasi, kuliner khas, hingga hiburan rakyat berpadu dalam Festival Unen-Unen yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak siang, wajah-wajah anak sekolah menjadi bagian dari suasana festival. Sekitar 100 pelajar SD mengikuti kegiatan belajar mewarnai, sekaligus menjadi cara sederhana untuk mengenalkan mereka pada ruang seni dan budaya sejak usia dini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, pengunjung dapat menyaksikan pameran seni tanah gerak yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Aktivitas tersebut membuat festival tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk melihat dan mengenal karya seni dari lebih dekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika malam tiba, suasana berubah semakin semarak. Denting musik dan riuh penonton mengiringi kemunculan barongsai dan leang-leong, Barongan Ndas Papat, Unen-Unen Rengel hingga pembacaan geguritan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah pertunjukan, aroma makanan tradisional turut menghidupkan suasana. Kacang, telo godhok dan kopi lelet tersedia bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian khas sembari menyaksikan berbagai pertunjukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plt Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, mengatakan Festival Unen-Unen dirancang sebagai ruang pementasan berbagai kesenian dan kebudayaan daerah. Nama Unen-Unen dipilih untuk memunculkan rasa penasaran masyarakat sebelum mereka datang dan melihat sendiri isi festival.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Memang kita brand judulnya Festival Unen-Unen agar lebih menimbulkan rasa penasaran masyarakat. Festival Unen-Unen itu apa? Nah, inilah Festival Unen-Unen, menampilkan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Rembang,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Dinbudpar, festival bukan hanya tentang pertunjukan yang selesai dalam satu malam. Ada misi yang lebih panjang, yakni memastikan kesenian tradisi tetap memiliki generasi penerus di tengah perubahan zaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, anak-anak dan pelajar sengaja dilibatkan dalam rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga diajak berinteraksi melalui kegiatan yang dekat dengan dunia mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, Dinbudpar menggelar Rembangan Fest yang melibatkan sekitar 100 pelajar SMP. Para siswa mendapatkan edukasi membuat wayang berbahan jerami sebelum menikmati berbagai pertunjukan kesenian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kali ini giliran pelajar SD yang menjadi sasaran kegiatan edukasi melalui teknik mewarnai. Peserta berasal dari sekolah negeri maupun swasta, termasuk sekolah di bawah naungan Kementerian Agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita rangkul semua agar regenerasi kita lebih cepat. Di SMP kemarin ada 100 siswa dan hari ini SD juga 100 siswa,” kata Isti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Regenerasi itu juga tampak dari panggung pertunjukan yang mempertemukan beragam kelompok seni. Salah satunya barongsai yang ikut hadir dan memberikan warna tersendiri di tengah festival kebudayaan Rembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stephen, salah seorang pemain barongsai, mengaku senang dapat tampil bersama timnya dalam Festival Unen-Unen. Baginya, kesempatan tampil di hadapan masyarakat menjadi bagian penting agar kesenian tersebut semakin dikenal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Harapan saya barongsai semakin lama semakin maju dan rakyat semua bisa lihat barongsai tersebut. Semoga event-event seperti ini bisa lancar, terus maju, sering-sering supaya jadi hiburan bagi rakyat,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi penonton, keberagaman pertunjukan menjadi daya tarik tersendiri. Wisnu, warga Desa Kabongan Kidul, datang menikmati festival dan menemukan sejumlah kesenian yang selama ini belum banyak dikenalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seperti tadi ada pertunjukan Barongan Ndas Papat yang tidak banyak orang tahu. Bahkan seperti musik yang relaxing seperti ini bisa memberikan wawasan yang lebih bagi masyarakat Rembang,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival Unen-Unen akhirnya bukan sekadar perayaan seni yang menghadirkan pertunjukan dari satu panggung ke panggung lainnya. Di dalamnya ada upaya mempertemukan seniman dengan masyarakat, memperkenalkan tradisi kepada anak-anak, sekaligus membuka ruang agar kesenian yang ada tetap memiliki penonton dan penerus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bawah cahaya malam, masyarakat pun menikmati festival dengan cara masing-masing, mulai dari menyaksikan pertunjukan hingga mencicipi makanan tradisional. Gratis dan terbuka bagi masyarakat, Festival Unen-Unen menjadi ruang bersama untuk menikmati hiburan sekaligus mengenal kembali kekayaan seni dan budaya Rembang. (MCS)</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/festival-unen-unen-ketika-tradisi-menyapa-generasi-muda-rembang/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/festival-unen-unen-ketika-tradisi-menyapa-generasi-muda-rembang/">Festival Unen-Unen, Ketika Tradisi Menyapa Generasi Muda Rembang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5483</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem</title>
		<link>https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rendy Wibowo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 01:36:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2025]]></category>
		<category><![CDATA[Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[lasem]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=5042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com &#8211; Nuansa religius berpadu dengan kekayaan...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/">Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang, linimedia.com</strong> &#8211; Nuansa religius berpadu dengan kekayaan budaya di Lasem, Rembang, saat Kantor Berita ANTARA menggelar Pameran Foto Jurnalistik SANTRI Volume 2 (V.2) pada 18–25 Oktober 2025. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini diadakan untuk menyambut Hari Santri Nasional dan menampilkan ratusan karya foto yang menyoroti kehidupan, perjuangan, serta kontribusi santri bagi bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini berlangsung di dua lokasi, yakni Pendopo Masjid Jami’ Lasem dan Rumah Nyonya (Kompleks Rumah Merah Lasem). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara ANTARA, Yayasan Lasem Heritage, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, beberapa pondok pesantren di Lasem, serta komunitas lokal.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="5043" data-permalink="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/whatsapp-image-2025-10-19-at-08-25-01/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?fit=1600%2C900&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,900" data-comments-opened="0" data-image-title="Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Pameran foto jurnalistik menjadi bukti kuat hubungan harmonis pesantren dan budaya lokal.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-5043" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.25.01.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pameran foto jurnalistik menjadi bukti kuat hubungan harmonis pesantren dan budaya lokal. (linimedia/rtw)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 123 foto karya 49 fotografer dipamerkan, menggambarkan sisi keseharian santri dari kesederhanaan hidup hingga semangat mereka dalam bidang pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurator pameran, Ismar Patrizki, menjelaskan bahwa tema “Santri” dipilih untuk mengingat kembali peran besar pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Foto-foto ini meneladani semangat santri sebagai penjaga nilai-nilai moral dan pilar pendidikan bangsa,” ujarnya dalam pembukaan acara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Redaktur Pelaksana Perum LKBN ANTARA, Suryanto, mengatakan Lasem dipilih sebagai lokasi pameran karena dikenal sebagai “Kota Santri” dengan tradisi toleransi yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Keberadaan pondok pesantren di Lasem yang hidup harmonis berdampingan dengan komunitas Tionghoa menjadikan kota ini istimewa. Lasem memberi inspirasi tentang keharmonisan sejak ratusan tahun silam,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">ANTARA, lanjut dia, sebagai bagian dari penugasan pemerintah melalui Komdigi, selalu mengangkat cerita-cerita dan kisah-kisah inspiratif maupun keberagaman kehidupan di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lasem memberi inspirasi sebagai daerah yang mengangkat keharmonisan sejak ratusan tahun silam,” kata Suryanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Hidayat Lasem sekaligus Rektor STAI Al Hidayat, KH Sholahudin Fatawi (Gus Din), menyebut pameran ini menjadi bukti autentik peran santri dalam membangun bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pameran ini menyuarakan kontribusi santri yang luar biasa, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun kebudayaan. Dari pesantren tumbuh harapan besar bagi kemakmuran dan persatuan bangsa,” ujarnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="5044" data-permalink="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/whatsapp-image-2025-10-19-at-08-22-09/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?fit=1600%2C900&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,900" data-comments-opened="0" data-image-title="Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Pengunjung menikmati pameran foto Pameran Foto Jurnalistik SANTRI Volume 2 (V.2) di Pendopo Masjid Jami’ Lasem. (linimedia/rtw)&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-5044" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-19-at-08.22.09.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pengunjung menikmati pameran foto Pameran Foto Jurnalistik SANTRI Volume 2 (V.2) di Pendopo Masjid Jami’ Lasem. (linimedia/rtw)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Gus Din menegaskan foto-foto yang dipamerkan ini menjadi bukti nyata tentang kesederhanaan pesantren dan para santrinya, bagaimana mereka hidup dengan sederhana mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari pesantren lah tumbuh harapan-harapan besar untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama yang dibingkai dalam kebersamaan walaupun terdapat perbedaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Rembang Achmad Sholchan mengatakan, foto-foto dalam pameran ini merupakan bagian dari sebuah arsip.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Arsip merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah bangsa, yang menunjukkan santri punya peranan penting yang tak tergantikan di Indonesia,&#8221; kata Solchan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran Foto Jurnalistik SANTRI V.2 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti “Jelajah Lasem Heritage” bersama pewarta foto ANTARA, temu wicara “Fotografi, Santri, dan Pesantren”, serta pameran arsip visual yang menampilkan dokumentasi lawas dari Pondok Pesantren Kauman, Ponpes Putri Al Hidayat, dan warga Lasem. Seluruh kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis. (*)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/jejak-santri-di-tanah-harmoni-ratusan-foto-warnai-lasem/">Jejak Santri di Tanah Harmoni, Ratusan Foto Warnai Lasem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usung Budaya dan Kearifan lokal, Ini Rangkaian Peringatan Hari Jadi Rembang ke-284</title>
		<link>https://linimedia.com/usung-budaya-dan-kearifan-lokal-ini-rangkaian-peringati-hari-jadi-rembang-ke-284/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 07:16:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=4898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com – Kabupaten Rembang akan memasuki usia...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/usung-budaya-dan-kearifan-lokal-ini-rangkaian-peringati-hari-jadi-rembang-ke-284/">Usung Budaya dan Kearifan lokal, Ini Rangkaian Peringatan Hari Jadi Rembang ke-284</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang, linimedia.com</strong> – Kabupaten Rembang akan memasuki usia ke-284 pada 27 Juli 2025 mendatang. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan memperingati Hari Jadi dengan konsep sederhana namun tetap mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Mutaqin, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan dibagi menjadi dua kategori utama, yakni ritual dan seremoni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ritual diawali dengan ziarah ke makam para umaro dan ulama yang berjasa dalam sejarah Kabupaten Rembang. Di antaranya makam Pangeran Sedo Laut di kompleks Masjid Agung Rembang dan K.R.M. <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:K.R.M._Adipati_Ario_Singgih_Djojo_Adhiningrat.jpg">Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat</a>, suami R.A. Kartini. Ziarah juga dilakukan ke makam Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim) yang memiliki pengaruh penting dalam sejarah keislaman di wilayah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada malam tanggal 26 Juli, akan digelar doa bersama di Museum R.A. Kartini. Doa ini dilakukan dalam dua bentuk, yakni secara agama (tahlil) dan secara budaya melalui macapatan, yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi lisan Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncak ritual ditandai dengan kirab pusaka tombak Trisulo bersama dua pusaka lainnya milik <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Rembang">Kabupaten Rembang</a>. Kirab tersebut akan mengelilingi halaman <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_R.A._Kartini">Museum R.A. Kartini</a> dan dimeriahkan dengan Tari Gambuh, tarian klasik yang diyakini sebagai simbol penolak bala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan diperingatinya Hari Jadi ini, kita berharap Rembang senantiasa dijauhkan dari marabahaya. Sehingga visi misi Pak Bupati, <em>Rembang Bangkit Menuju Sejahtera</em>, bisa terwujud,” ujar Mutaqin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian acara budaya juga akan menampilkan sendratari Rembang Sakawit, sebuah pertunjukan dramatari yang mengisahkan asal-usul nama Rembang. Siangnya, akan dilaksanakan sarasehan sejarah, mengulas pembentukan Kabupaten Rembang dan peran tokoh-tokoh masa lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, pagelaran wayang kulit akan diselenggarakan pada Sabtu malam (26/7) di Pendapa Museum R.A. Kartini, menampilkan dalang muda asal Rembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun upacara Hari Jadi dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi (27/7), dengan seluruh peserta mengenakan busana adat Jawa dan menggunakan bahasa Jawa selama upacara berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkab Rembang berharap masyarakat tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga ikut serta dalam melestarikan budaya warisan leluhur yang menjadi jati diri daerah. (*)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/usung-budaya-dan-kearifan-lokal-ini-rangkaian-peringati-hari-jadi-rembang-ke-284/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/usung-budaya-dan-kearifan-lokal-ini-rangkaian-peringati-hari-jadi-rembang-ke-284/">Usung Budaya dan Kearifan lokal, Ini Rangkaian Peringatan Hari Jadi Rembang ke-284</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4898</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Bukan Cuma Nostalgia, Gegayuhan Bikin Kampung Makin Gaya</title>
		<link>https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 08:09:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2025]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekararum]]></category>
		<category><![CDATA[seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=4639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com &#8211; Ada yang berbeda di Dusun...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/">Tradisi Bukan Cuma Nostalgia, Gegayuhan Bikin Kampung Makin Gaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang, linimedia.com</strong> &#8211; Ada yang berbeda di <a href="https://rembangkab.go.id/katakunci/desa-sekararum/">Dusun Sekararum</a>, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, pekan ini. Suara musik, gelak tawa, dan lantunan doa bersatu dalam suasana hangat Festival Nginguk Githok VII yang kembali hadir dengan semangat baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama enam hari penuh, dari 13 hingga 18 Mei 2025, warga Sekararum dan para tamu dari berbagai penjuru disuguhkan beragam pertunjukan budaya dalam festival bertema “Gegayuhan”, yang berarti harapan atau cita-cita. Tema ini mengajak semua orang untuk merenungkan masa depan desa—bukan dengan serius semata, tapi lewat seni, tawa, dan kebersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival ini merupakan hasil kolaborasi seru antara SKRM Squad dan <a href="https://regional.kompas.com/read/2022/07/15/081052778/kolektif-hysteria-gudang-kreativitas-anak-muda-semarang-untuk-betumbuh">Kolektif Hysteria Semarang</a>. Sejak 2018, mereka terus menyulap dusun kecil ini menjadi panggung besar seni dan budaya. Tahun ini adalah penyelenggaraan yang ketujuh dan rupanya, tiap tahunnya festival ini selalu punya cara unik untuk merayakan kehidupan desa.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="4641" data-permalink="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/whatsapp-image-2025-05-16-at-09-08-26/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?fit=1616%2C1080&amp;ssl=1" data-orig-size="1616,1080" data-comments-opened="0" data-image-title="WhatsApp Image 2025-05-16 at 09.08.26" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-4641" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.26.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang membuat festival ini spesial? Di sini, masyarakat tidak hanya duduk menonton. Mereka justru jadi bagian dari pertunjukan. Rumah-rumah berubah jadi galeri seni, halaman jadi panggung pertunjukan, dan ide-ide warga jadi bahan bakar utama festival.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://linimedia.com/saatnya-bersenang-senang-mumba-festival-mulai-sore-ini/">Festival </a>dibuka dengan pameran seni lukis yang menampilkan karya-karya seniman lokal dan nasional. Lalu, panggung terus hidup dengan pertunjukan tari dari sanggar Baledolan, komedi tunggal yang mengundang tawa dari komika asal Rembang, hingga lantunan merdu Rebana Nada Dien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari-hari selanjutnya tak kalah semarak. Ada Barongan “Pandji Sabda Jagad” dari Blora, Tari Gedruk dari “Prabu Erlangga” Semarang, hingga berbagai suguhan seni lain yang memanjakan mata dan hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik riuhnya pertunjukan, festival ini tetap berakar pada tradisi. Ritual sedekah bumi jadi momen sakral yang tak pernah absen. Gunungan hasil bumi diarak menuju punden, diiringi doa-doa syukur yang khidmat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="4642" data-permalink="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/whatsapp-image-2025-05-16-at-09-08-27/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?fit=1616%2C1080&amp;ssl=1" data-orig-size="1616,1080" data-comments-opened="0" data-image-title="WhatsApp Image 2025-05-16 at 09.08.27" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-4642" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-16-at-09.08.27.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Malam harinya, suasana berubah syahdu. Tahlil dan pengajian digelar, menguatkan hubungan spiritual antara warga dan alam sekitar. Tak lupa, pementasan tayub dan ketoprak hadir membawa hiburan yang membaurkan religi dan kesenian dengan cara yang khas dan menghibur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Gegayuhan diangkat sebagai tema untuk mengajak masyarakat desa membayangkan masa depan kampung mereka,” kata Yasin, project manager Festival Nginguk Githok VII.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan benar saja, dari suasana yang terasa di Sekararum, harapan itu nyata adanya. Bukan sekadar mimpi, tapi gerakan nyata yang tumbuh dari gotong royong dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival ini jadi bukti bahwa desa bisa bersinar tanpa harus menjadi kota. Di tengah modernisasi yang melaju cepat, Sekararum memilih jalannya sendiri: menyemai harapan dengan akar tradisi.</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/tradisi-bukan-cuma-nostalgia-gegayuhan-bikin-kampung-makin-gaya/">Tradisi Bukan Cuma Nostalgia, Gegayuhan Bikin Kampung Makin Gaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4639</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Anti Cuek ala Warga Desa Sumberjo Rembang, Tetangga Jadi Saudara!</title>
		<link>https://linimedia.com/gerakan-anti-cuek-ala-warga-desa-sumberjo-rembang-tetangga-jadi-saudara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Filemon]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 14:39:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2025]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<category><![CDATA[sumberjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=4241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com &#8211; Di saat sebagian orang sibuk...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/gerakan-anti-cuek-ala-warga-desa-sumberjo-rembang-tetangga-jadi-saudara/">Gerakan Anti Cuek ala Warga Desa Sumberjo Rembang, Tetangga Jadi Saudara!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Rembang">Rembang</a></strong>, <strong><a href="https://linimedia.com/">linimedia.com</a></strong> &#8211; Di saat sebagian orang sibuk scroll media sosial sambil rebahan, warga Desa Sumberjo Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang malah bikin gebrakan sosial di desa setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gerakan mereka dinamakan SUPEL (Sumberjo Peduli) dan seperti namanya, gerakan ini benar-benar supel, alias fleksibel, gampang bergaul, dan paling penting, gak pelit buat bantu sesama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau biasanya ada pepatah &#8220;tetangga dekat lebih baik daripada saudara jauh&#8221;, kenyataannya sering kebalik, tetangga malah jadi rival diam-diam. Tapi di <a href="https://linimedia.com/?s=sumberjo&amp;post_type%5B%5D=post">Sumberjo</a>, prinsipnya beda! Mereka percaya bahwa bantu tetangga dulu, baru bantu dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">SUPEL bukan gerakan yang muncul tiba-tiba kayak mantan yang ngajak balikan. Semua berawal dari warga yang resah melihat masih banyak tetangga yang butuh bantuan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Daripada cuma komentar &#8220;kok kasihan ya?&#8221; atau sibuk nge-share info bantuan di grup WA tanpa aksi, mereka langsung tancap gas bikin komunitas sosial beneran!</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Beberapa warga yang memiliki dedikasi di bidang sosial kemasyarakatan menyepakati untuk membentuk sebuah komunitas sosial yang akhirnya diberi nama SUPEL,&#8221; kata salah satu pendiri SUPEL, <a href="https://linimedia.com/cerita-gerakan-satroni-sopir-truk-di-tengah-kemacetan-dari-siang-hingga-dini-hari/">Joko Warsito</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, pada 25 Februari 2025, SUPEL resmi berdiri, dengan markas pertama di rumah Yulianto, RT 2 RW 3. Rumah yang tadinya cuma buat ngopi dan nonton bola bareng, sekarang jadi ‘basecamp kebaikan’!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gerakan ini tidak dibiayai dari hasil menang arisan atau jualan online. Sumber dana SUPEL berasal dari iuran anggota dan donatur, yang ternyata bukan cuma warga Sumberjo, tapi juga dari luar desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bantuan yang diterima berasal dari iuran anggota serta sumbangan dari para donatur, baik dari warga setempat maupun dari luar Sumberjo,&#8221; ucap Joko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ramadhan ini, SUPEL gak pakai banyak teori. Mereka langsung turun ke lapangan, bantu lansia yang hidup sendirian. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa penerima bantuan pertama adalah Mbah Damisih (RT 3 RW 8) dan Ibu Sartini (RT 5 RW 3). Terbaru, Minggu (9/3), SUPEL nyamperin Mbah Suparni (77 tahun, RT 3 RW 6 Grajen) dan Ningrum (RT 2 RW 8).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bantuan yang diberikan juga variatif. Mulai dari uang tunai, pakaian layak pakai, bahkan sembako. Pokoknya, kalau ada yang nyumbang, langsung disalurkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“jika ada yang menyumbang sembako, kami salurkan juga,&#8221; pungkas Joko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">SUPEL membuktikan bahwa tetangga itu bukan sekadar orang yang sering lewat depan rumah, tapi juga orang yang harusnya peduli satu sama lain. Gerakan ini bisa jadi inspirasi buat kampung sebelah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, buat yang masih suka pura-pura sibuk tiap ada tetangga butuh bantuan, mending belajar dari SUPEL! Karena kalau bisa peduli sama yang jauh, kenapa gak mulai dari yang dekat? (*)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/gerakan-anti-cuek-ala-warga-desa-sumberjo-rembang-tetangga-jadi-saudara/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/gerakan-anti-cuek-ala-warga-desa-sumberjo-rembang-tetangga-jadi-saudara/">Gerakan Anti Cuek ala Warga Desa Sumberjo Rembang, Tetangga Jadi Saudara!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4241</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sayur Tim, Sajian Spesial di Rembang Sejak 1990 Dimasak 10 Jam</title>
		<link>https://linimedia.com/sayur-tim-sajian-spesial-di-rembang-sejak-1990-dimasak-10-jam/</link>
					<comments>https://linimedia.com/sayur-tim-sajian-spesial-di-rembang-sejak-1990-dimasak-10-jam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2023 13:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Memasak Sayur Tim]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Legendaris]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Spesial]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Unik]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=3486</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang, linimedia.com &#8211; Siapa sangka kulit kelapa yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/sayur-tim-sajian-spesial-di-rembang-sejak-1990-dimasak-10-jam/">Sayur Tim, Sajian Spesial di Rembang Sejak 1990 Dimasak 10 Jam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang, linimedia.com</strong> &#8211; Siapa sangka kulit kelapa yang masih muda atau biasa disebut cengkir bisa diolah menjadi makanan yang nikmat dan lezat. Dipadukan dengan santan dan ayam kampung, cengkir bisa disulap menjadi sayur yang menggoda selera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Olahan cengkir tersebut diberi nama sayur tim, dimana hanya bisa dijumpai di Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan, Rembang. Sayur tim menjadi hidangan wajib pada momen tertentu seperti saat tradisi hajat atau sedekah laut berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya sayur tim tersebut selain unik juga merupakan hidangan spesial. Bagi yang penasaran dengan rasanya, bisa berkunjung ke Desa Pandangan Wetan ketika sedang ada tradisi sedekah laut yang digelar setiap tahun sekali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari tampilannya, sekilas mirip dengan opor ayam karena menggunakan potongan daging ayam kampung. Namun didalamnya terdapat cengkir atau kulit kelapa muda yang dipotong-potong tipis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah seorang warga Desa Pandangan Wetan, Suarti mengatakan, untuk membuat sayur tim, bahan baku cengkir harus dipesan terlebih dahulu. Karena jarang sekali pedagang yang menjual kelapa yang masih sangat muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Cengkirnya beli dari ngasinan atau woro. Harus pesan dulu, kalau tidak pesan susah dapatnya, &#8221; ujarnya.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="3489" data-permalink="https://linimedia.com/sayur-tim-sajian-spesial-di-rembang-sejak-1990-dimasak-10-jam/whatsapp-image-2023-12-20-at-19-32-20/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.20.jpeg?fit=1600%2C1063&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,1063" data-comments-opened="1" data-image-title="Sayur Tim, Sajian Spesial di Rembang Sejak 1990 Dimasak 10 Jam" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Sayur tim khas Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan biasa disajikan saat ada hajatan atau sedekah laut. (linimedia/tim)&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.20.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.20.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-3489" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.20.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.20.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sayur tim khas Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan biasa disajikan saat ada hajatan atau sedekah laut. (linimedia/tim)</figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Memasak Sayur Tim (Cengkir)</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah didapat, kulit kelapa bagian luar harus dikupas hingga menemukan kulit kelapa yang bertekstur lembut. Kemudian baru dipotong-potong tipis-tipis, dicuci dan direbus.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Butuh waktu 3-4 jam untuk merebus cengkir hingga bertekstur empuk dan siap diolah menjadi sayur tim. Setelah direbus, cengkir tersebut kemudian ditumis dengan bumbu dan diberi santan. Kemudian ditambahkan potongan ayam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Masaknya dicampur pakai ayam, selain ayam tidak bisa. Kalau bisa ya pakai ayam kampung.àqŕ Itu kalau ingin rasanya lebih enak, pakai ayam potong juga enak, tapi tidak seenak ayam kampung, bumbunya lengkap, semua bumbu ada seperti sayur opor, suka dikasih sayur tim.&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses memasak cengkir dengan bumbu-bumbunya membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Semakin lama memasaknya, kata Suarti, justru sayur tim semakin nikmat karena bumbu yang semakin meresap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau semakin lama masaknya semakin enak. Bumbunya semakin meresap. Total bisa sampai 10 jam pembuatan sayur tim, &#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengungkapkan, untuk membuat masakan sayur tim dalam porsi sedikit, dibutuhkan kelapa muda sebanyak 10 butir. Sedangkan untuk hajat besar seperti pernikahan, dan sedekah laut butuh 70 butuh cengkir untuk menyajikan sayur tim.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Suarti di warung- warung tidak ada yang menjual sayur tim cengkir ini. Sehingga masakan cengkir dan ayam ini terasa spesial.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="389" data-attachment-id="3487" data-permalink="https://linimedia.com/sayur-tim-sajian-spesial-di-rembang-sejak-1990-dimasak-10-jam/whatsapp-image-2023-12-20-at-19-32-21-1/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.21-1.jpeg?fit=1600%2C1063&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,1063" data-comments-opened="1" data-image-title="Sayur Tim, Sajian Spesial di Rembang Sejak 1990 Dimasak 10 Jam" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Sajian sayur tim lengkap dengan potongan ayam kampung dengan visual sekilas mirip opor ayam. (linimedia/tim)&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.21-1.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.21-1.jpeg?resize=680%2C389&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-3487" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.21-1.jpeg?resize=700%2C400&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-20-at-19.32.21-1.jpeg?zoom=2&amp;resize=700%2C400&amp;ssl=1 1400w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sajian sayur tim lengkap dengan potongan ayam kampung dengan visual sekilas mirip opor ayam. (linimedia/tim)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Terpisah, Kepala Desa Pandangan Wetan, M. Salam mengatakan dari cerita sesepuh desa, sayur tim ini ada sejak tahun 1990 an. Namun pada waktu itu sayur tim atau cengkir ini dibuat lebih sederhana daripada sekarang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sayur tim ini ada tahun 90- an, cuma dulu masih sederhana tidak seperti sekarang. Namun pada perkembangannya , masakan ini semakin familiar di masyarakat, &#8221; tuturnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salam menambahkan, tidak ada kewajiban atau instruksi khusus yang mengharuskan masyarakat memasak sayur tim ini. Namun keinginan dari masyarakat sendiri yang kini menjadi budaya dengan menyajikan sayur tim ketika ada hajat atau sedekah laut. (tim)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/sayur-tim-sajian-spesial-di-rembang-sejak-1990-dimasak-10-jam/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/sayur-tim-sajian-spesial-di-rembang-sejak-1990-dimasak-10-jam/">Sayur Tim, Sajian Spesial di Rembang Sejak 1990 Dimasak 10 Jam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/sayur-tim-sajian-spesial-di-rembang-sejak-1990-dimasak-10-jam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3486</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita Gerakan Satroni Sopir Truk di Tengah Kemacetan Dari Siang Hingga Dini Hari</title>
		<link>https://linimedia.com/cerita-gerakan-satroni-sopir-truk-di-tengah-kemacetan-dari-siang-hingga-dini-hari/</link>
					<comments>https://linimedia.com/cerita-gerakan-satroni-sopir-truk-di-tengah-kemacetan-dari-siang-hingga-dini-hari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2023 06:39:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=2649</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Beberapa hari jalan pantura macet dari...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/cerita-gerakan-satroni-sopir-truk-di-tengah-kemacetan-dari-siang-hingga-dini-hari/">Cerita Gerakan Satroni Sopir Truk di Tengah Kemacetan Dari Siang Hingga Dini Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="383" data-attachment-id="2650" data-permalink="https://linimedia.com/cerita-gerakan-satroni-sopir-truk-di-tengah-kemacetan-dari-siang-hingga-dini-hari/whatsapp-image-2023-11-19-at-13-23-45/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-19-at-13.23.45.jpeg?fit=1600%2C900&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,900" data-comments-opened="1" data-image-title="Cerita Gerakan Satroni Sopir Truk di Tengah Kemacetan Dari Siang Hingga Dini Hari" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-19-at-13.23.45.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-19-at-13.23.45.jpeg?resize=680%2C383&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2650" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-19-at-13.23.45.jpeg?w=1600&amp;ssl=1 1600w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-19-at-13.23.45.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-19-at-13.23.45.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-19-at-13.23.45.jpeg?resize=1536%2C864&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-19-at-13.23.45.jpeg?w=1360&amp;ssl=1 1360w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang</strong> &#8211; Beberapa hari jalan pantura macet dari Rembang sampai Pati. Kemacetan itu bahkan diperkirakan panjangnya hingga puluhan kilometer. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu membuat pengendara tak bisa bergerak berjam- jam. Terutama pengemudi truk yang membawa muatan untuk dikirim ke arah Semarang dan Jakarta.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut membuat para sopir ada yang tertidur, lapar dan haus, kelelahan, jenuh bahkan sedih karena harus memikirkan keterlambatan pengiriman dan bertambahnya biaya pengeluaran.&nbsp; Kondisi inilah yang membuat warga Kabupaten Rembang tergerak untuk membantu mereka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergerakan sosial muncul dari berbagai kalangan. Mulai kepolisian, sekolah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan berbagai organisasi kemasyarakatan serta komunitas turun ke jalan untuk membagikan makanan dan minuman untuk para pengendara yang terjebak kemacetan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu yang bergerak tidak mengenal waktu adalah Karang Taruna Kecamatan Rembang.&nbsp; Mereka terpantau membagikan makanan dan minuman pada siang, sore, malam bahkan dini hari di saat warga sedang tidur terlelap.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berawal dari spontanitas dari sejumlah anggota di dalam Karang Taruna untuk memberikan sedikit semangat kepada para sopir. Mereka membuat kopi sendiri dan membelikan nasi bungkus serta air mineral lalu dibagikan ke sopir- sopir.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada yang jalan kaki, sebagian dengan mengendarai kendaraan roda tiga. Untuk memudahkan dalam pembagian.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">,Aksi berlanjut di siang sampai sore hari ketika sebagian dari mereka sudah selesai bekerja. Kali ini mereka tak sendiri, beberapa relawan Covid Ranger juga membantu tim Karang Taruna Kecamatan Rembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka berjalan di antara truk- truk yang sempit untuk menyapa dan memberikan minuman es teh, roti, nasi dan aja juga air mineral. Setelah itu relawan dari Karang Taruna dan Covid Ranger kompak naik kendaraan roda tiga&nbsp; kembali membagikan bingkisan penyemangat dari perempatan pentungan hingga timur jembatan karanggeneng, dari satu relawan tampak membentangkan kertas bertuliskan &#8220;Walaupun Jalan Macet, Kepedulian Jalan Terus&#8221;.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Rembang, Joko Warsito mengungkapkan dari aksinya bersama rekan- rekannya dan didukung beberapa pihak ini bisa membantu para pengemudi menghilangkan kejenuhan, haus dan lapar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Semoga bisa membantu pak sopir yang di jalan, melepas penat juga. Kita bantulah ngasih air minum , makan , dan juga cemilan buat teman di jalan ,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia Pun mengucapkan terimakasih kepada pihak- pihak yang telah mendukung gerakannya. Sembari mendoakan agar amal kebaikan yang peduli bisa mendapatkan balasan dari Allah Swt. (Mfc)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/cerita-gerakan-satroni-sopir-truk-di-tengah-kemacetan-dari-siang-hingga-dini-hari/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/cerita-gerakan-satroni-sopir-truk-di-tengah-kemacetan-dari-siang-hingga-dini-hari/">Cerita Gerakan Satroni Sopir Truk di Tengah Kemacetan Dari Siang Hingga Dini Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/cerita-gerakan-satroni-sopir-truk-di-tengah-kemacetan-dari-siang-hingga-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5 RTLH Dibedah Dengan Dana Rp. 300 Juta</title>
		<link>https://linimedia.com/5-rtlh-dibedah-dengan-dana-rp-300-juta/</link>
					<comments>https://linimedia.com/5-rtlh-dibedah-dengan-dana-rp-300-juta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2022 16:04:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2022]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<category><![CDATA[rtlh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=2397</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Sebanyak 5 rumah di Desa Sarangmeduro...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/5-rtlh-dibedah-dengan-dana-rp-300-juta/">5 RTLH Dibedah Dengan Dana Rp. 300 Juta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="383" data-attachment-id="2399" data-permalink="https://linimedia.com/5-rtlh-dibedah-dengan-dana-rp-300-juta/whatsapp-image-2022-12-02-at-16-54-23/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-02-at-16.54.23.jpeg?fit=2000%2C1125&amp;ssl=1" data-orig-size="2000,1125" data-comments-opened="1" data-image-title="5 RTLH Dibedah Dengan Dana Rp. 300 Juta" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Penyerahan rumah RTLH yang setelah di rubah menjadi rumah sehat kepada pemiliknya di Desa Sarangmeduro Kecamatan Sarang.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-02-at-16.54.23.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-02-at-16.54.23.jpeg?resize=680%2C383&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2399" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-02-at-16.54.23.jpeg?w=2000&amp;ssl=1 2000w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-02-at-16.54.23.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-02-at-16.54.23.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-02-at-16.54.23.jpeg?w=1360&amp;ssl=1 1360w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penyerahan rumah RTLH yang setelah di rubah menjadi rumah sehat kepada pemiliknya di Desa Sarangmeduro Kecamatan Sarang.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang</strong> &#8211; Sebanyak 5 rumah di Desa Sarangmeduro Kecamatan Sarang menjadi sasaran program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dari PT Djarum. Penyerahan rumah yang sudah selesai dibangun kepada pemiliknya dilaksanakan di lapangan Desa setempat, Jumat (2/12).</p>



<blockquote class="wp-block-quote has-large-font-size is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Rumah sebagai kebutuhan primer seharusnya tidak hanya memiliki fisik bangunan yang kuat dan desain yang bagus.</em></strong></p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Rembang, Akhir Budi Asmara saat membacakan sambutan Bupati Rembang, menyampaikan, tahun ini Kabupaten Rembang termasuk dalam daerah prioritas pengentasan kemiskinan. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang sudah berjalan sejak dua tahun terakhir praktis membuat banyak keluarga kehilangan pekerjaan dan sulit mempertahankan kehidupan yang layak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi itikad baik dari perusahaan swasta seperti PT Djarum dalam upayanya turut menanggulangi tingkat kemiskinan di berbagai wilayah di Jawa Tengah melalui program renovasi rumah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Langkah mitigasi yang bisa diambil pemerintah provinsi untuk mengatasi permasalahan pengentasan kemiskinan, salah satunya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Selain itu, kegiatan penanggulangan kemiskinan dari pihak-pihak swasta, seperti Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum ini sangat membantu pemerintah. Ini adalah langkah partisipatif yang membuat permasalahan kemiskinan masyarakat semakin cepat berkurang,” kata dia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">RSLH merupakan program kolaboratif PT Djarum dan Dinas Perindustrian &amp; Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah. Program ini sebagai bentuk nyata atas Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim (PKE) yang digagas Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 2021, dan dijalankan oleh Kemenko Bidang Perekonomian. Selain bertujuan mengentaskan kemiskinan, RSLH juga menjadi komitmen bersama dalam upaya menaikkan taraf hidup masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Agus Suranta mengatakan program ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu. Sehingga dapat memiliki kualitas hidup yang lebih sehat. .</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, rumah yang layak huni adalah salah satu aspek penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Keikutsertaan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sangat dibutuhkan guna membantu mempercepat jalannya program PKE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Keterlibatan PT Djarum sebagai pelaku usaha merupakan teladan yang baik dalam membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan kemiskinan. PT Djarum bertindak sebagai pihak swasta yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan Rumah Sederhana Layak Huni di Kabupaten Rembang. Jika semakin banyak perusahaan yang andil dalam program ini, saya yakin angka kemiskinan akan semakin berkurang,” Agus menjelaskan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Deputi GM Corporate Communications PT Djarum Achmad Budiharto mengemukakan, keterlibatan PT Djarum dalam program RSLH merupakan dukungan terhadap pemerintah dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Rumah sebagai kebutuhan primer seharusnya tidak hanya memiliki fisik bangunan yang kuat dan desain yang bagus. Rumah harus menjadi hunian yang berfungsi mendatangkan ketentraman bagi siapapun yang tinggal di dalamnya. Suasana tentram dan nyaman membuat kualitas hidup seseorang menjadi semakin baik. Pada akhirnya, para penghuninya akan terpacu melakukan hal-hal yang produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi bagi keluarga tersebut,” tutur Budiharto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk itu, PT Djarum mencurahkan dana sebesar Rp 300 juta guna membiayai renovasi lima rumah keluarga kurang mampu dengan masing-masing bantuan renovasi untuk setiap rumah menghabiskan kisaran Rp 60 juta. Angka ini lebih besar dari rekomendasi anggaran pemerintah, hal tersebut bertujuan untuk menekan biaya pengeluaran penerima bantuan. Bahkan, mereka juga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk proses pembangunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat program RSLH, PT Djarum melakukan bedah rumah sehingga hunian tersebut memenuhi tiga hal dasar yakni Sehat, Aman, dan Layak. Dari sisi kesehatan, renovasi rumah melingkupi perbaikan terhadap sanitasi air kotor, pencahayaan serta memastikan udara tersirkulasi dengan baik. Sementara itu, rumah yang direnovasi juga dibangun dengan konstruksi yang kuat dan kokoh sehingga dapat menjadi tempat bernaung yang aman bagi seluruh keluarga. (bgm)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/5-rtlh-dibedah-dengan-dana-rp-300-juta/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/5-rtlh-dibedah-dengan-dana-rp-300-juta/">5 RTLH Dibedah Dengan Dana Rp. 300 Juta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/5-rtlh-dibedah-dengan-dana-rp-300-juta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2397</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bertekad Bantu Pengembangan Ekonomi Kerakyatan</title>
		<link>https://linimedia.com/bertekad-bantu-pengembangan-ekonomi-kerakyatan/</link>
					<comments>https://linimedia.com/bertekad-bantu-pengembangan-ekonomi-kerakyatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2022 09:20:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=2380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Festival Santripreneur tahun 2022 tersaji di...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/bertekad-bantu-pengembangan-ekonomi-kerakyatan/">Bertekad Bantu Pengembangan Ekonomi Kerakyatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="430" data-attachment-id="2383" data-permalink="https://linimedia.com/bertekad-bantu-pengembangan-ekonomi-kerakyatan/whatsapp-image-2022-11-02-at-09-59-41/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/11/WhatsApp-Image-2022-11-02-at-09.59.41-e1667467150978.jpeg?fit=1078%2C682&amp;ssl=1" data-orig-size="1078,682" data-comments-opened="1" data-image-title="Bertekad Bantu Pengembangan Ekonomi Kerakyatan" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang Widodo, SH&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/11/WhatsApp-Image-2022-11-02-at-09.59.41-e1667467150978.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/11/WhatsApp-Image-2022-11-02-at-09.59.41-e1667467150978.jpeg?resize=680%2C430&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2383" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/11/WhatsApp-Image-2022-11-02-at-09.59.41-e1667467150978.jpeg?w=1078&amp;ssl=1 1078w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/11/WhatsApp-Image-2022-11-02-at-09.59.41-e1667467150978.jpeg?resize=300%2C190&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/11/WhatsApp-Image-2022-11-02-at-09.59.41-e1667467150978.jpeg?resize=768%2C486&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang Widodo, SH</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang </strong>&#8211; Festival Santripreneur tahun 2022 tersaji di lapangan Desa Mrayun Kecamatan Sale baru-baru ini. Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang Widodo, SH dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM itu berlangsung dari pagi sampai malam hari. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam festival yang digelar di kecamatan dengan posisi berbatasan dengan Kabupaten Tuban Jawa Timur itu diramaikan berbagai kegiatan seperti Bazar UKM asli Sale, Festival Hadroh Banjari, Pengajian Umum dan Gebyar Sholawatan. Ribuan santri pun turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="has-medium-font-size wp-block-paragraph"><em style="font-weight: bold;">Sebagai Ketua Komisi II DPRD yang membidangi ekonomi siap membantu program- program terkait melalui Dindagkop</em>.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Festival dibuka dengan pemukulan rebana bersama- sama di atas panggung. Kemudian&nbsp; diakhiri sholawatan yang diikuti belasan ribu orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Komisi II DPRD Rembang, Widodo menyambut baik terselenggaranya acara yang dimeriahkan oleh ribuan santri itu. Menurutnya sebagai santri saat ini perlu untuk menjadi sosok yang mandiri dan memiliki skill selain mengaji. Keahlian yang dimaksud seperti kemampuan berwirausaha.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai anggota DPRD, lanjut Widodo, pihaknya siap untuk ikut mendukung program- program pengembangan ekonomi. Dengan demikian kemiskinan di Kabupaten Rembang sedikit demi sedikit akan semakin berkurang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya sebagai Ketua Komisi II DPRD yang membidangi ekonomi siap membantu program- program terkait melalui Dindagkop , &#8221; ungkapnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu Camat Sale Imron berharap event tahunan itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga di Desanya. Menurutnya event tersebut merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan produk UMKM warga desa Mrayun melalui Bazar UMKM di festival itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Potensi hadroh juga bisa tampil disini. Kita tunjukkan kebolehan santri dan santriwati di festival rebana, &#8221; imbuhnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Imron berharap kegiatan seperti itu bisa digelar rutin setahun sekali, bergantian di desa yang lain. Sehingga dapat memotivasi masyarakat khususnya santri dalam mengembangkan produk dan bakatnya. (bgm)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/bertekad-bantu-pengembangan-ekonomi-kerakyatan/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/bertekad-bantu-pengembangan-ekonomi-kerakyatan/">Bertekad Bantu Pengembangan Ekonomi Kerakyatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/bertekad-bantu-pengembangan-ekonomi-kerakyatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini</title>
		<link>https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/</link>
					<comments>https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Linimedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2022 01:43:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2022]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://linimedia.com/?p=2349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rembang &#8211; Pemkab Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan...</p>
<p>Artikel <a href="https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/">Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="680" height="352" data-attachment-id="2350" data-permalink="https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/whatsapp-image-2022-08-19-at-08-26-02/" data-orig-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?fit=756%2C391&amp;ssl=1" data-orig-size="756,391" data-comments-opened="1" data-image-title="Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Poster pengumuman pelaksanaan pameran pusaka keris.&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?resize=680%2C389&amp;ssl=1" src="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?resize=680%2C352&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2350" srcset="https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?w=756&amp;ssl=1 756w, https://i0.wp.com/linimedia.com/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-08.26.02.jpeg?resize=300%2C155&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Poster pengumuman pelaksanaan pameran Tosan Aji.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rembang</strong> &#8211; Pemkab Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar pameran Tosan Aji di pendapa museum RA Kartini pada 19 sampai 20 Agustus 2022. Pembukaan pameran yang memamerkan benda pusaka keris itu akan dibuka pada Jum&#8217;at 19 Agustus 2022 pukul 10.00 WIB.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default has-large-font-size is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" style="font-style:italic;font-weight:500"><p><strong>Gratis yang mau datang , cocok untuk menimba ilmu, refreshing atau berwisata. </strong></p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya pameran pusaka keris ini menjadi event yang bisa dikunjungi bagi masyarakat umum. Tak terkecuali kalangan muda, selain menambah pengetahuan juga bisa untuk kontem media sosialnya, baik buat foto- foto maupun video.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan dari Event Organizer pameran Tosan Aji , M Khairur Rifai mengatakan masyarakat sudah bisa berkunjung ke pameran ini mulai pukul 10.00 WIB tepat pada saat pembukaan. Pengunjung tidak ditarik biaya alias gratis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Gratis yang mau datang , cocok untuk menimba ilmu, refreshing atau berwisata. Bisa juga untuk buat konten medsos , yang instagramable juga cocok,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rifai menambahkan ada 500an lebih pusaka keris dari berbagai daerah yang akan dipamerkan. Even ini menarik karena tak perlu pergi ke berbagai tempat untuk melihat pusaka keris yang berasal dari banyak tempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Ia menyebutkan akan ada prosesi penjamasan keris oleh Empu Daliman Pospobudoyo, Dosen Prodi Keris dan Senjata Tradisi ISI Solo. Bagi yang ingin melihat langsung, bisa datang pada Sabtu malam (20/8/2020) pukul 19.00 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama dua hari pelaksanaan pameran Tosan Aji akan dibuka pukul 10.00 WIB sampai 23.00 WIB . Pada Jum&#8217;at malam nanti akan ada opening show, kirab pusaka dan karawitan. Sedangkan Sabtu malam sejumlah acara seperti workshop jamasan keris dan sarasehan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami juga mengundang siswa sekolah se kecamatan Lasem dan Rembang kota untuk berkunjung ke pameran ini, &#8221; pungkasnya. (bgm)</p>
<div class="fb-background-color" style="background-color:#ffffff"><div class="fb-comments" style="width:700px" data-href="https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/" data-numposts="10" data-lazy="true" data-colorscheme="light" data-order-by="social" data-mobile="true"></div></div><div class="alert warning"><strong>External comments notice:</strong> You may need to sign in to the external service to view or post comments.</div><p>Artikel <a href="https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/">Ratusan Pusaka Keris Dipertontonkan di Pameran Tosan Aji Hari Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://linimedia.com">linimedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://linimedia.com/ratusan-pusaka-keris-dipertontonkan-di-pameran-tosan-aji-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2349</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
