SEMBUNYIKAN IKLAN INI
BeritaGaya hidupSosial Budaya

5 RTLH Dibedah Dengan Dana Rp. 300 Juta

75
×

5 RTLH Dibedah Dengan Dana Rp. 300 Juta

Sebarkan artikel ini
Penyerahan rumah RTLH yang setelah di rubah menjadi rumah sehat kepada pemiliknya di Desa Sarangmeduro Kecamatan Sarang.
Penyerahan rumah RTLH yang setelah di rubah menjadi rumah sehat kepada pemiliknya di Desa Sarangmeduro Kecamatan Sarang.

Rembang – Sebanyak 5 rumah di Desa Sarangmeduro Kecamatan Sarang menjadi sasaran program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dari PT Djarum. Penyerahan rumah yang sudah selesai dibangun kepada pemiliknya dilaksanakan di lapangan Desa setempat, Jumat (2/12).

Rumah sebagai kebutuhan primer seharusnya tidak hanya memiliki fisik bangunan yang kuat dan desain yang bagus.

Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Rembang, Akhir Budi Asmara saat membacakan sambutan Bupati Rembang, menyampaikan, tahun ini Kabupaten Rembang termasuk dalam daerah prioritas pengentasan kemiskinan. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang sudah berjalan sejak dua tahun terakhir praktis membuat banyak keluarga kehilangan pekerjaan dan sulit mempertahankan kehidupan yang layak.

Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi itikad baik dari perusahaan swasta seperti PT Djarum dalam upayanya turut menanggulangi tingkat kemiskinan di berbagai wilayah di Jawa Tengah melalui program renovasi rumah ini.

“Langkah mitigasi yang bisa diambil pemerintah provinsi untuk mengatasi permasalahan pengentasan kemiskinan, salah satunya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Selain itu, kegiatan penanggulangan kemiskinan dari pihak-pihak swasta, seperti Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum ini sangat membantu pemerintah. Ini adalah langkah partisipatif yang membuat permasalahan kemiskinan masyarakat semakin cepat berkurang,” kata dia.

Baca juga:  Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo "Disambati" Petani di Rembang

RSLH merupakan program kolaboratif PT Djarum dan Dinas Perindustrian & Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah. Program ini sebagai bentuk nyata atas Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim (PKE) yang digagas Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 2021, dan dijalankan oleh Kemenko Bidang Perekonomian. Selain bertujuan mengentaskan kemiskinan, RSLH juga menjadi komitmen bersama dalam upaya menaikkan taraf hidup masyarakat.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Agus Suranta mengatakan program ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu. Sehingga dapat memiliki kualitas hidup yang lebih sehat. .

Oleh karena itu, rumah yang layak huni adalah salah satu aspek penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Keikutsertaan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sangat dibutuhkan guna membantu mempercepat jalannya program PKE.

Baca juga:  Kemurah Hati Almarhum Anom Subekti, Pinjam Gamelan Diganti Sebungkus Peyek

“Keterlibatan PT Djarum sebagai pelaku usaha merupakan teladan yang baik dalam membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan kemiskinan. PT Djarum bertindak sebagai pihak swasta yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan Rumah Sederhana Layak Huni di Kabupaten Rembang. Jika semakin banyak perusahaan yang andil dalam program ini, saya yakin angka kemiskinan akan semakin berkurang,” Agus menjelaskan.

Sementara itu, Deputi GM Corporate Communications PT Djarum Achmad Budiharto mengemukakan, keterlibatan PT Djarum dalam program RSLH merupakan dukungan terhadap pemerintah dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.

“Rumah sebagai kebutuhan primer seharusnya tidak hanya memiliki fisik bangunan yang kuat dan desain yang bagus. Rumah harus menjadi hunian yang berfungsi mendatangkan ketentraman bagi siapapun yang tinggal di dalamnya. Suasana tentram dan nyaman membuat kualitas hidup seseorang menjadi semakin baik. Pada akhirnya, para penghuninya akan terpacu melakukan hal-hal yang produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi bagi keluarga tersebut,” tutur Budiharto.

Baca juga:  2 Penjual Miras Ilegal di Rembang Diringkus Polisi

Untuk itu, PT Djarum mencurahkan dana sebesar Rp 300 juta guna membiayai renovasi lima rumah keluarga kurang mampu dengan masing-masing bantuan renovasi untuk setiap rumah menghabiskan kisaran Rp 60 juta. Angka ini lebih besar dari rekomendasi anggaran pemerintah, hal tersebut bertujuan untuk menekan biaya pengeluaran penerima bantuan. Bahkan, mereka juga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk proses pembangunan.

Lewat program RSLH, PT Djarum melakukan bedah rumah sehingga hunian tersebut memenuhi tiga hal dasar yakni Sehat, Aman, dan Layak. Dari sisi kesehatan, renovasi rumah melingkupi perbaikan terhadap sanitasi air kotor, pencahayaan serta memastikan udara tersirkulasi dengan baik. Sementara itu, rumah yang direnovasi juga dibangun dengan konstruksi yang kuat dan kokoh sehingga dapat menjadi tempat bernaung yang aman bagi seluruh keluarga. (bgm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *