SEMBUNYIKAN IKLAN INI
BeritaInfrastrukturPemerintahan

DPUTARU Rembang Buka Suara soal Video Pengerjaan Jalan Sridadi yang Disorot Warganet

×

DPUTARU Rembang Buka Suara soal Video Pengerjaan Jalan Sridadi yang Disorot Warganet

Sebarkan artikel ini

DPUTARU Rembang mengakui informasi tahapan pekerjaan belum disampaikan secara lengkap dan berupaya mengembangkan fasilitas pengujian material konstruksi.

Kepala DPUTARU Rembang, Maryosa. (linimedia/rtwe)

Rembang, linimedia.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang memberikan penjelasan terkait video pengerjaan jalan di Desa Sridadi, Kecamatan Rembang, yang menuai sorotan warganet di media sosial. Kondisi jalan yang terlihat dalam video tersebut merupakan bagian dari proses pengerjaan yang belum selesai.

Video yang diunggah melalui akun Instagram @dputarurembangkab itu mendapat sejumlah komentar dari masyarakat yang mempertanyakan kualitas hasil pengerjaan jalan. Termasuk dikomentari oleh Wakil Ketua Umum PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Ronald A. Sinaga (Bro Ron).

Kepala DPUTARU Rembang, Maryosa, menjelaskan bahwa pekerjaan yang terekam dalam video masih berada pada tahap awal pelapisan menggunakan metode lapis penetrasi (lapen). Karena belum memasuki tahapan berikutnya, permukaan jalan belum menunjukkan hasil akhir.

Baca juga:  DPRD Rembang Larang Pengangkatan Non-ASN, Ini 7 Rekomendasi Resminya

“Jalan Sridadi yang kemarin kita kerjakan itu baru proses penetrasi awal, istilahnya lapen penetrasi. Kemudian difoto, ya masih berantakan karena belum lapisan berikutnya,” jelas Maryosa.

Menurutnya, kondisi jalan dalam dokumentasi tersebut tidak dapat dijadikan gambaran akhir kualitas pekerjaan karena proses konstruksi masih berlangsung. Hasil pengerjaan baru dapat dilihat setelah seluruh tahapan yang direncanakan selesai dilaksanakan.

Maryosa juga mengakui bahwa unggahan sebelumnya belum dilengkapi informasi mengenai tahapan pekerjaan. Akibatnya, dokumentasi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Terkait kualitas konstruksi, ia menegaskan bahwa pengerjaan jalan tetap mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku. DPUTARU juga melakukan evaluasi mutu dengan melibatkan instansi teknis serta fasilitas laboratorium pengujian.

Baca juga:  Laga Sengit Tim Putih vs Krem di Internal Game Classic Funball

“Kalau aspal dan sebagainya kita ketat. Kita juga evaluasi dengan BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) dan laboratorium,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengujian material konstruksi dapat dilakukan melalui laboratorium yang memenuhi standar, termasuk fasilitas milik instansi teknis maupun perguruan tinggi seperti Universitas Diponegoro (Undip).

Di sisi lain, DPUTARU Rembang berupaya mengembangkan fasilitas pengujian material konstruksi di daerah. Maryosa menyebut, sejumlah peralatan pendukung sebenarnya telah tersedia, tetapi belum dikembangkan menjadi layanan laboratorium pengujian tersendiri.

“Kita sebenarnya alat-alatnya sudah lengkap. Cuma dulu mungkin UPT-nya itu UPT alat berat, sedangkan laboratoriumnya belum,” ungkapnya.

Pengembangan fasilitas laboratorium tersebut diharapkan dapat mendukung pemeriksaan mutu pekerjaan infrastruktur secara lebih efektif. Dengan demikian, pengujian material konstruksi di daerah dapat semakin optimal dan tidak selalu bergantung pada fasilitas di luar Kabupaten Rembang.

Baca juga:  Hobi Modeling Muncul Saat Pandemi Covid-19

Maryosa juga menilai penyampaian informasi mengenai tahapan pekerjaan perlu diperjelas agar masyarakat dapat memahami perkembangan pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung.

DPUTARU menegaskan, video pengerjaan Jalan Sridadi yang beredar di media sosial memperlihatkan proses pekerjaan yang belum rampung. Adapun kualitas hasil akhir pekerjaan tetap perlu dinilai berdasarkan keseluruhan tahapan konstruksi dan hasil evaluasi teknis. (*)

External comments notice: You may need to sign in to the external service to view or post comments.