Rembang, linimedia.com – PSIR Rembang harus puas berbagi poin dengan tamunya Persikaba Blora setelah bermain imbang tanpa gol pada lanjutan Liga 4 Jawa Tengah di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1).
Meski gagal meraih kemenangan, tim berjuluk Laskar Dampo Awang itu tetap memastikan diri lolos ke babak 16 besar sebagai runner up Grup A dengan raihan 13 poin, sama dengan Persiharjo Sukoharjo namun kalah dalam head to head.
Dalam pertandingan tersebut, Persikaba Blora harus bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah akibat dua kartu kuning.
Unggul jumlah pemain, PSIR belum mampu memaksimalkan situasi hingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Di hadapan 3.459 penonton, PSIR tampil lebih agresif pada babak kedua dengan memasang tiga penyerang sekaligus.
Namun, rapatnya pertahanan Persikaba membuat sejumlah peluang gagal berbuah gol.
Bahkan pada masa injury time, PSIR mendapat hadiah penalti usai salah satu pemainnya dilanggar di kotak terlarang.
Sayangnya, eksekusi penalti oleh kapten tim Tri Handoko berhasil ditepis kiper Persikaba, sehingga skor kacamata bertahan hingga laga usai.
Pelatih PSIR Rembang, Budiardjo Thalib, tetap bersyukur atas raihan satu poin yang diraih timnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada suporter yang terus memberikan dukungan penuh sepanjang pertandingan.
“Kita tahu lawan bermain dengan kekurangan pemain dan kita memiliki kelebihan jumlah pemain, tetapi setiap peluang yang ada tidak bisa dimanfaatkan. Saya sudah menambah tiga striker dengan tujuan menciptakan lebih banyak peluang, namun instruksi untuk menyerang melalui sisi sayap dan direct pass tidak berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Menurut Budiardjo, para pemain justru terlalu menunggu dan tidak menjalankan skema permainan yang telah direncanakan.
Meski demikian, ia memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi laga berikutnya.
Terkait kegagalan penalti, ia memilih tidak berkomentar lebih jauh meski mengakui latihan penalti rutin selalu dilakukan dalam sesi latihan.
Sementara itu, pelatih Persikaba Blora, Gusnul Yakin, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu bertahan dengan disiplin meski bermain dengan 10 pemain selama lebih dari setengah pertandingan.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan pemain. Dengan kesabaran dan ketekunan, mereka bisa menahan tekanan PSIR. Bermain tanpa emosi dan tetap terorganisasi menjadi kunci kami bisa meraih satu poin penting,” ungkapnya.
Pada babak 16 besar, PSIR Rembang akan menghadapi runner up Grup B, PSIK Klaten.
Dijadwalkan, laga pertama PSIR akan main tandang di Stadion Trikoyo Klaten pada 25 Januari, sementara pertandingan kandang di Stadion Krida Rembang akan berlangsung pada 28 Januari. (*)









