Rembang, linimedia.com – Pemerintah Kabupaten Rembang bakal menggelar Rembang Expo Bangkit Mandiri 2026 pada 31 Juli hingga 9 Agustus mendatang.
Event tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang itu akan dipusatkan di Balai Kartini Rembang dan area sekitarnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mahfudz, mengatakan expo tahun ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pelayanan publik, hingga komunitas masyarakat.
Menurut Mahfudz, UMKM lokal menjadi peserta terbesar dalam kegiatan tersebut dengan sekitar 60 stan yang akan menampilkan berbagai produk unggulan khas Rembang.
“Rembang Expo kita laksanakan tanggal 31 Juli sampai 9 Agustus. Pusat kegiatan di Balai Kartini dan sekitarnya. Peserta yang akan mengisi itu UMKM lokal sekitar 60 stan atau booth,” ujarnya, Rabu (22/7).
Selain stan UMKM, sejumlah OPD dan instansi pemerintah juga akan membuka layanan informasi dan sosialisasi program kepada masyarakat.
Beberapa di antaranya berasal dari sektor kesehatan, pertanian, perikanan, pariwisata, hingga pengelolaan pendapatan daerah.
Mahfudz menyebut jumlah keseluruhan stan yang akan hadir diperkirakan mencapai sekitar 160 unit.
“Dari OPD, dinas, instansi nanti juga akan hadir sekitar 15 sampai 16 OPD. Mereka akan mengisi sosialisasi program-program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Total stan sekitar 160 stan,” jelasnya.
Tak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan publik, Rembang Expo juga akan menyuguhkan berbagai hiburan bagi pengunjung.
Salah satu atraksi yang disiapkan panitia adalah Dinosaurus Show yang diproyeksikan menjadi daya tarik bagi keluarga dan anak-anak.
Selain itu, akan ada pertunjukan musik, penampilan seni dari pelajar berprestasi tingkat SD hingga SMA, serta beragam perlombaan untuk anak usia PAUD dan TK.
“Di situ nanti akan ada hiburan Dinosaur Show yang menjadi bagian dari kegiatan event ini. Kemudian ada live musik, hiburan dari anak-anak sekolah yang berprestasi, dan juga berbagai lomba untuk TK dan PAUD,” kata Mahfudz.
Panitia juga menyiapkan sejumlah agenda tambahan, termasuk fashion show yang akan meramaikan rangkaian kegiatan selama expo berlangsung.
Sementara itu, rencana penyelenggaraan pesta kembang api kemungkinan besar dibatalkan. Menurut Mahfudz, pertunjukan tersebut membutuhkan perizinan khusus yang cukup ketat sehingga panitia memilih fokus pada agenda hiburan lainnya.
“Untuk kembang api sebetulnya sempat direncanakan, tetapi karena ada perizinan khusus yang harus dipenuhi, kemungkinan tidak jadi dilaksanakan. Namun masih ada banyak kegiatan hiburan lainnya, termasuk fashion show,” pungkasnya.
Rembang Expo 2026 diharapkan menjadi sarana promosi produk UMKM lokal sekaligus ruang hiburan dan edukasi bagi masyarakat dalam memeriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang. (*)









