Rembang, linimedia.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/ MI di Kabupaten Rembang berjalan tertib dan lancar.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, sesi pertama berlangsung pada 20-21 April, dilanjutkan sesi kedua pada 22-23 April.
Sementara itu, sesi ketiga dijadwalkan pada 27-28 April, dan sesi keempat pada 29-30 April.
Secara keseluruhan, sebanyak 374 sekolah turut ambil bagian dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Total peserta yang tercatat mencapai 7.921 siswa.
Dalam skemanya, sesi pertama dilaksanakan pada Senin dan Selasa, dilanjutkan sesi kedua pada Rabu dan Kamis. Sementara Jumat dan Sabtu tidak digunakan untuk pelaksanaan.
Kegiatan kemudian berlanjut pada pekan berikutnya dengan sesi ketiga dan keempat pada hari yang sama.
Shofiyah, Kasi Pelatihan Dasar Pendidikan Karakter (PDPK) SD Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, menjelaskan bahwa TKA tidak sama dengan Ujian Nasional yang sebelumnya menjadi penentu kelulusan siswa.
“Tidak seperti ujian nasional. TKA ini gabungan dari asesmen sebelumnya dengan sistem TKA itu sendiri,” ujarnya, Rabu (22/4).
Dikatakannya, hasil dari TKA tidak ditampilkan dalam bentuk angka, melainkan kategori capaian seperti cukup, lumayan, dan baik.
Nantinya, setiap siswa akan memperoleh semacam sertifikat hasil TKA yang mencerminkan kemampuan akademik mereka.
“Hasil ini akan digunakan untuk mendukung rapor pendidikan sekolah serta menjadi salah satu pertimbangan pada jalur prestasi saat melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Peserta wajib mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah agar ujian berlangsung tertib dan adil. Jika terjadi kendala teknis, peserta diminta segera melapor kepada pengawas atau proktor.
Selain itu, dilarang keras merekam atau menyebarkan soal ujian dalam bentuk apa pun.
Dari sisi pelaksanaan, satu sesi TKA berlangsung sekitar satu hingga satu setengah jam.
Dari pantauannya hingga hari ketiga pelaksanaan, siswa terlihat cukup terbiasa mengikuti ujian tersebut.
“Anak-anak sudah pernah mengerjakan model seperti ini saat kelas lima, jadi tidak terlalu kaget,” pungkasnya. (*)









