Rembang – Pertandingan melawan Bhina FC di Lapangan Condromowo, Desa Ketanggi, Kecamatan Rembang, Minggu (3/5/2026), menjadi ujian berat bagi Buncit FC. Bukan tanpa alasan, skuad yang biasanya cukup “berisi” mendadak “kempes” karena banyak pemain inti absen.
Tak hanya duet lini depan Muslimin dan Rudy yang tak tampil, Buncit FC juga kehilangan sejumlah pilar penting lainnya. Mulai dari penjaga gawang Arief, Wawan, Sucipto, gelandang Aries GW dan Mugiarso, hingga pemain belakang Somad dan Ajitusta yang semula diplot jadi tumpuan serangan. Praktis, strategi jitu sang pelatih pun harus ikut “ganti haluan”.
Sejak babak pertama, Bhina FC langsung mengambil alih permainan. Lini tengah Buncit FC tampak kesulitan mengimbangi ritme lawan. Petaka datang saat Dimas sukses mencetak gol dan membawa Bhina unggul 1-0.
Di sisi lain, Pujo yang diharapkan jadi mesin gol justru tampil bak “turis di lapangan”—lari ke sana kemari, tapi sulit menemukan momen yang tepat. Meski begitu, Ia sempat mendapatkan peluang emas bersama Lutfi “Gepeng”, namun belum mampu mengubah papan skor. Hingga turun minum, skor tetap 0-1.
Memasuki babak kedua, Buncit FC mencoba bangkit. Masuknya Digdo, Degi, dan Gilang memberi sedikit tenaga baru di lini tengah dan belakang. Namun sayang, serangan balik cepat Bhina FC kembali menghukum. Sardet sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat gol yang tak mampu dibendung Dwi HK.
Meski tertinggal dua gol, semangat Yoyok dan kawan-kawan tak luntur. Mereka terus menekan hingga akhirnya Digdo berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol tersebut sekaligus menjadi penutup laga.
Kekalahan ini memang terasa pahit, namun dengan kondisi “setengah tim hilang”, perjuangan Buncit FC tetap layak diapresiasi. Setidaknya, mereka masih sempat memberi perlawanan—meski dengan skuad yang lebih mirip “tim darurat” ketimbang kekuatan penuh.
Ajitusta penyerang Buncit FC mengaku dirinya dalam kondisi tidak fit. Sehingga dirinya pun tak bisa membantu rekan-rekannya yang tampak kepayahan.
“Iya mas saya awalnya mau main, tapi badan masuk angin. Abis kerokan ini, terpaksa nonton saja, ” tuturnya.









