SEMBUNYIKAN IKLAN INI
Berita

Alat Berat Rusak, Sampah Tahun Baru Membludak di TPA Rembang

×

Alat Berat Rusak, Sampah Tahun Baru Membludak di TPA Rembang

Sebarkan artikel ini
Pemungut sampah tampak sibuk memilah-milah sampah hasil libur tahun baru yang meluber hingga ke jalan akses masuk TPA Landoh. (linimedia/bgm)

Rembang, linimedia.com – Sampah hasil libur tahun baru menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) Landoh Kecamatan Sulang, Rembang Selasa (2/1). Bahkan tumpukan sampah itu meluber hingga gerbang pintu masuk TPA Landoh.

Tumpukan sampah tampak memenuhi akses jalan sepanjang kurang lebih 100 meter menuju tempat pembuangan sampah. Beberapa pemungut sampah tampah sibuk memilah-milah sampah disepanjang jalan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang, Ika Himawan membenarkan jika momen libur tahun baru menambah volume tumpukan sampah di TPA Landoh. Tercatat pada periode 30 Desember 2023 – 1 Januari 2024 ada sebanyak 80-90 ton sampah yang dihasilkan per hari.

Baca juga:  SIAP KOCOK PERUT, BUNCIT FC VERSUS KEMENAG FC

“Volume sampah naik sampai 80-90 ton per hari, biasanya cuma 50-70 ton di hari-hari biasa. Hampir naik 2 kali lipat,” kata Ika.

Tumpukan sampah yang meluber disepanjang jalan akses masuk TPA Landoh. (linimedia/bgm)

Terkait membludaknya sampah hingga sampai di gerbang pintu masuk TPA, kata dia, disebabkan karena 2 unit alat berat mengalami kendala kerusakan mesin. Namun pihaknya memastikan sampah yang membludak itu selesai pada sore hari.

“Ada kendala di alat berat, yaitu dozer dan begonya rusak. Keduanya rusak, jadi sampah tida bisa di tempatkan di tempat semestinya. Sehingga menumpuk di jalan menuju TPA, nanti jam 15.00 kita prediksi sudah selesai,” jelasnya.

Baca juga:  Tawarkan Paket Buka Puasa Bersama Dengan Cita Rasa Menu Pesisir Pantai Utara

Dirinya menyebutkan, jumlah sampah terbanyak dihasilkan di beberapa tempat wisata dan pusat keramaian. Seperti di Pantai Karang Jahe (KJB), Tempat Rekreasi Pantai (TRP) Kartini, Alun-alun Lasem dan Alun-alun kota Rembang.

“Sementara (sampah) kita tampung di TPA karena belum ada treatment khusus. Jadi kita hanya proses di TPA saja,” imbuhnya. (bgm)

External comments notice: You may need to sign in to the external service to view or post comments.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *