Persidangan Kasus Sumani: Awal Mula Kalimat Sing Wis Yo Wis Muncul

Saksi Alvian Eka Darmawan memastikan wajah tersangka yang pernah dirinya temui ketika mendatangi rumah korban dalang Anom Subekti. (Linimedia/RTW)

Rembang – Pengadilan Negeri Rembang kembali menggelar persidangan  kasus pembunuhan yang menewaskan 4 orang sekeluarga keluarga dalang februari lalu pada Rabu 16 Juni 2021. Persidangan ketiga ini merupakan kelanjutan dari persidangan kedua yang telah berlangsung pada minggu kemarin.

Itu diucapkan kepada orang yang mengobrol dengan Pak Subekti karena pada saat itu saya belum duduk.

Sidang ketiga ini kembali mendatangkan empat saksi. Diantara keepat saksi itu ada satu saksi yang mengetahui korban Dalang Anom Subekti sempat mengobrol dengan tersangka Sumani sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Alvian Eka Darmawan namanya, pria asal kecamatan Randublatung Kabupaten Blora itu awalnya mengunjungi rumah korban Dalang Anom Subekti di padepokan Ongko Joyo untuk barter alat kesenian. Sesuai kesepakatan melalui seluler, akhirnya Alvian datang ke tempat korban sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saya datang ke rumah korban untuk barter barongan sama kendang. Saya berangkat dari rumah jam 13.00 WIB kemudian sampai di rumah korban jam 15.00 WIB,” kata dia.

Saat Alvian sampai di depan rumah almarhum dalang Anom Subekti, dirinya melihat korban sedang mengobrol berdua dengan seorang lelaki. Pada saat itu dia yang datang bersama temannya tidak mengenali lelaki yang mengobrol dengan korban.

Namun saat dirinya menurunkan barongan dari motornya yang rencananya dibarter dengan alat musik kendang, ia sempat mendengar korban dalang Anom Subekti mengucapkan kalimat “Sing wis yo wis, sing penting piye apik e”. Kalimat itu keluar sesaat sebelum orang yang mengobrol dengan korban dalang Anom Subekti pamit pulang.

“Saya turun dari kendaraan, kemudian menaruh barongan itu di teras depan rumah. Yang saya ingat pada waktu itu Pak Subekti mengucapkan kalimat yang sekilas saya dengar sing wis yo wis. Itu diucapkan kepada orang yang mengobrol dengan Pak Subekti karena pada saat itu saya belum duduk,” bebernya.

Untuk memastikan siapa orang yang mengobrol dengan korban dalang Anom Subekti, Alvian diminta Majelis Hakim untuk memperhatikan wajah pada layar leptop yang menampilkan tersangka Sumani. Secara tegas ia memastikan bahwa laki-laki itu adalah tersangka Sumani.

“Iya benar, itu orangnya yang mengobrol dengan Pak Subekti,” ucap dia kepada Majelis Hakim.

Setelah mendengarkan keterangan Alvian, dari terseangka Sumani mengelak korban mengucapkan kalimat “Sing wis yo wis, sing penting piye apik e”. Dirinya mengaku pada saat itu tidak mendengar korban mengucapkan kalimat tersebut.

“Sing wis yo wis itu saya tidak tahu atau mungkin saya yang tidak mendengar itu, saya tidak tahu,” ujar tersangka Sumani kepada Majelis Hakim.

Persidangan kasus pembunuhan yang menewaskan 4 orang sekeluarga keluarga akan kembali dilanjutkan pada pekan depan. Rencananya 5 saksi akan dihadirkan pada persidangan keempat mendatang. (Linimedia/RTW)

Baca juga:  Resmi Dilantik, Ini Target Hafidz – Hanies Dalam 100 Hari Kerja

Next Post

Stok BOR di Rembang Aman, 14 Puskesmas Disiagakan Rawat Pasien Covid-19

Jum Jun 25 , 2021
Share on Facebook Tweet it Pin it Email Rembang – Ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien covid-19 atau Bed Ocupancy […]

Kategori

Arsip