SEMBUNYIKAN IKLAN INI
BeritaPendidikanTeknologi

Bisnis dan AI Jadi Pembahasan Kuliah Umum UYR

295
×

Bisnis dan AI Jadi Pembahasan Kuliah Umum UYR

Sebarkan artikel ini
Dr Oky Dwi Nurhayati saat mengisi kuliah umum di UYR

Rembang – Universitas YPPI Rembang (UYR) kembali menyelenggarakan kuliah umum, tepatnya pada Sabtu. (16/12/2023) secara daring melalui Zoom Meeting. Di tahun 2023 ini, tema yang diangkat adalah mengenai “Bekerja dan Berbisnis dengan Arificial Intelligence”.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari dua fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini menghadirkan Sekretaris Program Studi Magister Sistem Informasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr Oky Dwi Nurhayati ST MT serta Konsultan Komunikasi Independen dam Praktisi AI, Wicaksono.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UYR, Drs H Muhammad Asrori MSi. Dalam sambutannya, dirinya menyatakan harapannya agar kegiatan ini bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa semaksimal mungkin.

“Kami berharap kegiatan kuliah umum ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dengan semaksimal mungkin, karena kita telah mendatangkan pemateri yang sangat kompeten,” ucapnya.

Baca juga:  DPO 2 Tahun, Tersangka Pemerkosaan Dicokok Saat Mudik ke Kampung Halaman

Ketua panitia kuliah umum Ming Ming Lukiarti SE MM menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bertujuan agar bisa memberikan wawasan dan gambaran mengenai penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam bekerja dan berbisnis.

“Diharapkan dengan memilih tema ini, mahasiswa lebih semangat ketika terjun di dunia kerja maupun berbisnis setelah mendapatkan penjelasan dari para pemateri,” jelasnya.

Dr Oky dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ini mengacu pada teknik apa pun yang memungkinkan komputer meniru kecerdasan manusia.

“Ketika kita berhubungan dengan AI yang implementasinya itu banyak sekali, kita melihat ada sistem pakar, natural language processing seperti google translate, kita melihat bahwa AI dibangun dengan mesin, tentu saja ada algoritma yang digunakan dan diimplementasikan di dalam mesin tersebut yang tujuannya adalah untuk melakukan komputasi seperti yang dilakukan otak manusia,” ungkapnya.

Baca juga:  Gurpan Berbagi Angka Lawan Arseka, Momen Lucu Dari Cidera Manten Anyar Sampai Kiper Gemetar

Sementara itu, Wicaksono dalam paparannya mengatakan bahwa AI bisa sangat membantu pekerjaan manusia jika bisa memanfaatkan dengan benar.

“Aadanya AI bisa sangat membantu pekerjaan, terutama bagi sebuah tim kecil sehingga bisa bersaing dengan perusahaan yang beranggotakan besar,” urainya.

“Namun, yang perlu diingat adalah, AI juga membutuhkan dukungan finansial yang tidak murah. Misalnya menyewa bandwith, menyewa server,” tambahnya.

Ia juga mendorong para mahasiswa agar bisa selalu mengikuti perkembangan teknologi dan tren industri.

“Bagaimana aplikasi yang dikembangkan itu bisa menjawab kebutuhan orang. Kalau kita punya sesuatu tapi tidak menjawab kebutuhan orang, maka bisnis kita tidak dibutuhkan. Itu sebuah tantangan tersendiri. Solusinya adalah dengan AI,” ungkap pemilik akun Instagram @ndorokakung ini.

Baca juga:  Kemurah Hati Almarhum Anom Subekti, Pinjam Gamelan Diganti Sebungkus Peyek

Di akhir, ia mengatakan bahwa keterampilan soft skill dan profesionalisme itu adalah suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Untuk itu, ia mengimbau kepada teman-teman yang bekerja di dunia start up agar bisa mempelajari cara berkomunikasi dengan orang lain.

“Kalau teman-teman tidak bisa meyakinkan orang-orang bahwa solusi dan teknologi yang berbasis AI itu mampu menjawab kebutuhan, maka kita tidak akan pernah client, kita tidak akan pernah mendapatkan pesanan. Jadi keterampilan yang hard skill itu wajib, tapi jangan sampai melupakan lain,” urainya. (*)